al-Quran

Listen to Quran

Friday, December 26, 2008

Adab Kepada Allahswt



Adab Kepada Allahswt

Mudah-mudahan Allah SWT yang Maha Mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya, menolong kita agar dapat mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki, memberitahu jalan yang harus ditempuh, dan memberikan karunia semangat terus-menerus sehingga kita tidak dikalahkan oleh kemalasan, tidak dikalahkan oleh kebosanan, dan tidak dikalahkan oleh hawa nafsu. Dan mudah-mudahan pula warisan terbaik diri kita yang dapat diwariskan kepada keluarga, keturunan, dan lingkungan adalah keindahan akhlak kita. Karena ternyata keislaman seseorang tidak diukur oleh luasnya ilmu. Keimanan seseorang tidak diukur oleh hebatnya pembicaraan. Kedudukan di sisi Allah tidak juga diukur oleh kekuatan ibadahnya semata. Tapi semua kemuliaan seorang yang paling benar Islamnya, yang paling baik imannya, yang paling dicintai oleh Allah, yang paling tinggi kedudukannya dalam pandangan Allah dan yang akan menemani Rasulullah SAW ternyata sangat khas, yaitu orang yang paling mulia akhlaknya.

Walhasil sehebat apapun pengetahuan dan amal kita, sebanyak apapun harta kita, setinggi apapun kedudukan kita, jikalau akhlaknya rusak maka tidak bernilai. Kadang kita terpesona pada topeng duniawi tapi segera sesudah tahu akhlak buruknya, pesona pun akan pudar.

Yakinlah bahwa Rasulullah SAW diutus kedunia ini adalah untuk menyempurnakan akhlak. Hal ini ditanyakan sendiri oleh beliau ketika menjawab pertanyaan seorang sahabat, "Mengapa engkau diutus ke dunia ini ya Rasul?" Rasul menjawab, "innama buitsu liutamimma makarimal akhlak", "Sesungguhnya aku diutus ke dunia hanyalah utnuk menyempurnakan akhlak."

Sayangnya kalau kita mendengar kata akhlak seakan fokus pikiran kita hanya terbentuk pada senyuman dan keramahan. Padahal maksud akhlak yang sebenarnya jauh melampaui sekadar senyuman dan keramahan. Karenanya penjabaran akhlak dalam perilaku sehari-hari bukanlah suatu hal yang terpecah-pecah, semua terintegrasi dalam satu kesatuan utuh, termasuk bagian akhlak kita kepada Allah.

Akhlak kita kepada Allah SWT harus dipastikan benar-benar bersih. Orang yang menjaga akhlaknya kepada Allah, hatinya benar-benar putih seperti putihnya air susu yang tidak pernah tercampuri apapun. Bersih sebersih-bersihnya. Bersih keyakinannya, tidak ada sekutu lain selain Allah. Tidak ada satu tetes pun di hatinya meyakini kekuatan di alam semesta ini selain kekuatan Allah SWT sehingga ia sangat jauh dari sifat munafik.

Bagaimanakah sifat orang munafik itu? Imam Al Ghazali menuturkan ucapan Imam Hatim Al Ashom tentang seorang ulama shalih ketika mengupas perbedaan antara orang mukmin dengan orang munafik :

"Seorang mukmin senantiasa disibukkan dengan bertafakur, merenung, mengambil pelajaran dari aneka kejadian apapun di muka bumi ini, sementara orang munafik disibukkan dengan ketamakan dan angan-angan kosong terhadap dunia ini.

Seorang mukmin berputus asa dari siapa saja dan kepada siapa saja kecuali hanya kepada Allah, sementara orang munafik mengharap dari siapa saja kecuali dari mengharap kepada Allah SWT.

Seorang mukmin merasa aman, tidak gentar, tidak takut oleh ancaman siapa pun kecuali takut hanya kepada Allah karena dia yakin bahwa apapun yang mengancam dia ada dalam genggaman Allah, di lain pihak orang munafik justru takut kepada siapa saja kecuali takut kepada Allah, naudzubillaah, yang tidak dia takuti malah Allah SWT.

Seorang mukmin menawarkan hartanya demi mempertahankan agamanya, sementara orang munafik menawarkan agamanya demi mempertahankan hartanya.

Seorang mukmin menangis karena malunya kepada Allah meskipun dia berbuat kebajikan, sementara orang munafik tetap tertawa meskipun dia berbuat keburukan.

Seorang mukmin senang berkhalwat dengan menyendiri bermunajat kepada Allah, sementara seorang munafik senang berkumpul dengan bersukaria bercampur baur dengan khalayak yang tidak ingat kepada Allah.

Seorang mukmin ketika menanam merasa takut jikalau merusak, sedangkan seorang munafik mencabuti seraya mengharapkan panen.

Seorang mukmin memerintahkan dan melarang sebagai siasat dan cara sehingga berhasil memperbaiki, larangan dan perintah seorang mukmin adalah upaya untuk memperbaiki, sementara seorang munafik memerintah dan melarang demi meraih jabatan dan kedudukan sehingga dia malah merusak, naudzubillaah."

Ah, sahabat. Nampak demikian jauh beda akhlak antara seorang mukmin dengan seorang munafik. Oleh karenanya kita harus benar-benar berusaha menjauhi perilaku-perilaku munafik seperti diuraikan di atas. Kita harus benar-benar mencegah diri kita untuk meyakini adanya penguasa yang menandingi kebesaran dan keagungan Allah. Kita harus yakin siapa pun yang punya jabatan di dunia ini hanyalah sekedar makhluk yang hidup sebentar dan bakal mati, seperti halnya kita juga. Jangan terperangah dan terpesona dengan kedudukan, pangkat, dan jabatan, sebab itu cuma tempelan sebentar saja, yang kalau tidak hati-hati justru itulah yang akan menghinakan dirinya.***

0 pendapat:

Anti Zionist

I Hate Israel

Zionists in Israel Doing With Severe and extreme violence
Why do we Muslims and Muslimat just let them continue to suffer
Which we love them though God has given this love as our weapon to subvert the Zionist Israel
Not enough just to pray, shout anti Israel boycott their goods and making protest signs protest their atrocities.
We need to unite regardless of status, race, mentality, national and political as well as Muslim and Muslimat Let us together to destroy and overthrow the Jews of Israel continued the beatings our brothers in Palestine
Let not our guard again, it emerged as the Sultan Salahuddin Ayub in Jerusalem.
Remember we have the golden age of Islam were we take the history of the Prophet in all previous wars are the strategy for eliminating the al-Kafirun the plight of Muslims before
Do not just let it alone and wait for God to help us we need to pray, work, effort and puteri. Then we wait for God's blessings on our efforts.

*********************************************************
اللهم أنت ربي لا إله إلا أ نت
خلقتني وأنا عبدك وأنا على عهدك
ووعدك ما استطعت
أعوذ بك من شر ما صنعت
أبوء لك بنعمتك علي وأبوء لك بذنبي
فاغفر لي فإنه لا يغفر الذنوب إلا أنت

لا إله إلا الله عدد ماخلق في السماء
لا إله إلا الله عدد ماخلق في الأرض
لا إله إلا الله عدد ما بين ذلك
لا إله إلا الله عدد ماهو خالق

********************************************************

Renungan

Tanpa Kepedihan dan Kesengsaraan Kita Akan Membuang Perkara Yang Indah Dengan Sia-Sia Sahaja Tanpa Memberi Kesan Kepada Iman Kita Renungkanlah ... Ingatilah Nabi Adam a.s Sehingga Nabi Muhammad s.a.w Berjaya Atas Kepedihan dan Kesengsaraan Yang Lebih Hebat Dari Kita ... Maka Itu Kesabaran Sahaja Yang Membentengkan Kita Untuk Kita Tidak Terkeluar Dari Landasan...

Ingatan Kalian dan JiwaIslam

Copyright © 2015 لامن جيوا دان نوراني إسلام | Distributed By Blogger Template | Designed By Blogger Templates
Scroll To Top