Salam

Video Pilihan Jiwa islam

Anti Zionist

Gambar-Gambar

al-Quran

Listen to Quran

    Sunday, February 28, 2010

    takut

    30 Perkara Melembutkan Hati





    1. Takut akan datangnya maut secara tiba-tiba sebelum kita sempat bertaubat.
    2. Takut tidak menunaikan hak-hak Allah secara sempurna. Sesungguhnya hak-hak Allah itu pasti diminta pertanggungjawabannya.
    3. Takut tergelincir dari jalan yang lurus, dan berjalan di atas jalan kemaksiatan dan jalan syaitan.
    4. Takut memandang remeh atas banyaknya nikmat Allah pada diri kita.
    5. Takut akan balasan siksa yang segera di dunia, kerana maksiat yang kita lakukan.
    6. Takut mengakhiri hidup dengan su’ul khatimah.
    7. Takut menghadapi sakaratul maut dan sakitnya sakaratul maut.
    8. Takut menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir di dalam kubur.
    9. Takut akan adzab dan prahara di alam kubur.
    10. Takut menghadapi pertanyaan hari kiamat atas dosa besar dan dosa kecil yang kita lakukan.
    11. Takut melalui titian yang tajam. Sesungguhnya titian itu lebih halus daripada rambut dan lebih tajam dari pedang.
    12. Takut dijauhkan dari memandang wajah Allah.
    13. Perlu mengetahui tentang dosa dan aib kita.
    14. Ma’rifah kita terhadap nikmat Allah yang kita rasakan siang dan malam sedang kita tidak bersyukur.
    15. Takut tidak diterima amalan-amalan dan ucapan-ucapan kita.
    16. Takut bahwa Allah tidak akan menolong dan membiarkan kita sendiri.
    17. Kekhawatiran kita menjadi orang yang tersingkap aibnya pada hari kematian dan pada hari timbangan ditegakkan.
    18. Hendaknya kita mengembalikan urusan diri kita, anak-anak, keluarga, suami dan harta kepada Allah subhanahu wata’ala dan jangan kita bersandar dalam memperbaiki urusan ini kecuali pada Allah.
    19. Sembunyikanlah amal-amal kita dari riya’ ke dalam hati, kerana adakala riya’ itu memasuki hati kita, sedang kita tidak merasakannya. Hasan Al Basri rahimahullah pernah berkata kepada dirinya sendiri. “Berbicaralah engkau wahai diri. Dengan ucapan orang soleh, yang qanaah lagi ahli ibadah. Dan engkau melaksanakan amal orang fasik dan riya’. Demi Allah, ini bukan sifat orang mukhlis”.
    20. Jika kita ingin sampai pada darjat ikhlas maka hendaknya akhlak kita seperti akhlak seorang bayi yang tidak peduli orang yang memujinya atau membencinya.
    21. Hendaknya kita memiliki sifat cemburu ketika larangan-larangan Allah diremehkan.
    22. Ketahuilah bahawa amal soleh dengan sedikit dosa jauh lebih disukai Allah daripada amal soleh yang banyak tetapi dengan dosa yang banyak pula.
    23. Ingatlah setiap kita sakit bahawa kita telah istirahat dari dunia dan akan menuju akhirat dan akan menemui Allah dengan amalan yang buruk.
    24. Hendaknya ketakutan pada Allah menjadi jalan kita menuju Allah selama kita sihat.
    25. Setiap kita mendengar kematian seseorang maka perbanyaklah mengambil pelajaran dan nasihat. Dan jika kita menyaksikan jenazah maka khayalkanlah bahawa kita yang sedang diusung.
    26. Hati-hatilah menjadi orang yang mengatakan bahawa Allah menjamin rezeki kita sedang hatinya tidak tenteram kecuali sesuatu yang ia kumpul-kumpulkan. Dan menyatakan sesungguhnya akhirat itu lebih baik dari dunia, sedang kita tetap mengumpul-ngumpulkan harta dan tidak menginfakkannya sedikit pun, dan mengatakan bahawa kita pasti mati padahal dia tidak pernah ingat mati.
    27. Lihatlah dunia dengan pandangan iktibar (pelajaran) bukan dengan pandangan mahabbah (kecintaan) kepadanya dan sibuk dengan perhiasannya.
    28. Ingatlah bahawa kita sangat tidak kuat menghadapi cubaan dunia. Lantas apakah kita sanggup menghadapi panasnya jahanam?
    29. Antara akhlak wanita mu’minah adalah menasihati sesama mu’minah.
    30. Jika kita melihat orang yang lebih besar dari kita, maka muliakanlah dia dan katakan kepadanya, “Anda telah mendahului saya di dalam Islam dan amal soleh maka dia jauh lebih baik di sisi Allah. Anda keluar ke dunia setelah saya, maka dia lebih baik sedikit dosanya dari saya dan dia lebih baik dari saya di sisi Allah.”

    Friday, February 26, 2010

    Biografi Al-Imam Al-Bukhari

    Biografi Al-Imam Al-Bukhari

    Buta di masa kecilnya. Keliling dunia mencari ilmu. Menghafal ratusan ribu hadits. Karyanya menjadi rujukan utama setelah Al Qur’an. Lahir di Bukhara pada bulan Syawal tahun 194 H. Dipanggil dengan Abu Abdillah. Nama lengkap beliau Muhammmad bin Ismail bin Al Mughirah bin Bardizbah Al Bukhari Al Ju’fi.

    Beliau digelari Al Imam Al Hafizh, dan lebih dikenal dengan sebutan Al Imam Al Bukhari. Buyut beliau, Al Mughirah, semula beragama Majusi (Zoroaster), kemudian masuk Islam lewat perantaraan gabenor Bukhara yang bernama Al Yaman Al Ju’fi. Sedang ayah beliau, Ismail bin Al Mughirah, seorang tokoh yang tekun dan ulet dalam menuntut ilmu, sempat mendengar ketenaran Al Imam Malik bin Anas dalam bidang keilmuan, pernah berjumpa dengan Hammad bin Zaid, dan pernah berjabatan tangan dengan Abdullah bin Al Mubarak.

    Sewaktu kecil Al Imam Al Bukhari buta kedua matanya. Pada suatu malam ibu beliau bermimpi melihat Nabi Ibrahim Al Khalil ‘Alaihissalaam yang mengatakan, “Hai Fulanah (yang beliau maksud adalah ibu Al Imam Al Bukhari, pent), sesungguhnya Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putramu karena seringnya engkau berdoa”. Ternyata pada pagi harinya sang ibu menyaksikan bahwa Allah telah mengembalikan penglihatan kedua mata putranya.



    Ketika berusia sepuluh tahun, Al Imam Al Bukhari mulai menuntut ilmu, beliau melakukan pengembaraan ke Balkh, Naisabur, Rayy, Baghdad, Bashrah, Kufah, Makkah, Mesir, dan Syam. Guru-guru beliau banyak sekali jumlahnya. Di antara mereka yang sangat terkenal adalah Abu ‘Ashim An-Nabiil, Al Anshari, Makki bin Ibrahim, Ubaidaillah bin Musa, Abu Al Mughirah, ‘Abdan bin ‘Utsman, ‘Ali bin Al Hasan bin Syaqiq, Shadaqah bin Al Fadhl, Abdurrahman bin Hammad Asy-Syu’aisi, Muhammad bin ‘Ar’arah, Hajjaj bin Minhaal, Badal bin Al Muhabbir, ‘Abdullah bin Raja’, Khalid bin Makhlad, Thalq bin Ghannaam, Abdurrahman Al Muqri’, Khallad bin Yahya, Abdul ‘Azizi Al Uwaisi, Abu Al Yaman, ‘Ali bin Al Madini, Ishaq bin Rahawaih, Nu’aim bin Hammad, Al Imam Ahmad bin Hanbal, dan sederet imam dan ulama ahlul hadits lainnya. Murid-murid beliau tak terhitung jumlahnya. Di antara mereka yang paling terkenal adalah Al Imam Muslim bin Al Hajjaj An Naisaburi, penyusun kitab Shahih Muslim.

    Al Imam Al Bukhari sangat terkenal kecerdasannya dan kekuatan hafalannya. Beliau pernah berkata, “Saya hafal seratus ribu hadits shahih, dan saya juga hafal dua ratus ribu hadits yang tidak shahih”. Pada kesempatan yang lain belau berkata, “Setiap hadits yang saya hafal, pasti dapat saya sebutkan sanad (rangkaian perawi-perawi)-nya”. Beliau juga pernah ditanya oleh Muhamad bin Abu Hatim Al Warraaq, “Apakah engkau hafal sanad dan matan setiap hadits yang engkau masukkan ke dalam kitab yang engkau susun (maksudnya : kitab Shahih Bukhari -red)?” Beliau menjawab, ”Semua hadits yang saya masukkan ke dalam kitab yang saya susun itu sedikit pun tidak ada yang samar bagi saya”.

    Anugerah Allah kepada Al Imam Al Bukhari berupa reputasi di bidang hadits telah mencapai puncaknya. Tidak mengherankan jika para ulama dan para imam yang sezaman dengannya memberikan pujian (rekomendasi) kepada beliau. Berikut ini adalah sederet pujian (rekomendasi) termaksud: Muhammad bin Abi Hatim berkata, “ Saya mendengar Abu Abdillah (Al Imam Al Bukhari) berkata, “Para sahabat ‘Amr bin ‘Ali Al Fallaas pernah meminta penjelasan kepada saya tentang status (kedudukan) sebuah hadits. Saya katakan kepada mereka, “Saya tidak mengetahui status (kedudukan) hadits tersebut”. Mereka jadi gembira dengan sebab mendengar ucapanku, dan mereka segera bergerak menuju ‘Amr. Lalu mereka menceriterakan peristiwa itu kepada ‘Amr. ‘Amr berkata kepada mereka, “Hadits yang status (kedudukannya) tidak diketahui oleh Muhammad bin Ismail bukanlah hadits”.

    Al Imam Al Bukhari mempunyai karya besar di bidang hadits yaitu kitab beliau yang diberi judul Al Jami’ atau disebut juga Ash-Shahih atau Shahih Al Bukhari. Para ulama menilai bahwa kitab Shahih Al Bukhari ini merupakan kitab yang paling shahih setelah kitab suci Al Quran. Ketakwaan dan keshalihan Al Imam Al Bukhari merupakan sisi lain yang tak pantas dilupakan. Berikut ini diketengahkan beberapa pernyataan para ulama tentang ketakwaan dan keshalihan beliau agar dapat dijadikan teladan.



    Abu Bakar bin Munir berkata, “Saya mendengar Abu Abdillah Al Bukhari berkata, “Saya berharap bahwa ketika saya berjumpa Allah, saya tidak dihisab dalam keadaan menanggung dosa ghibah (menggunjing orang lain)”.

    Abdullah bin Sa’id bin Ja’far berkata, “Saya mendengar para ulama di Bashrah mengatakan, “Tidak pernah kami jumpai di dunia ini orang seperti Muhammad bin Ismail dalam hal ma’rifah (keilmuan) dan keshalihan”.

    Sulaim berkata, “Saya tidak pernah melihat dengan mata kepala saya sendiri semenjak enam puluh tahun orang yang lebih dalam pemahamannya tentang ajaran Islam, lebih wara’ (takwa), dan lebih zuhud terhadap dunia daripada Muhammad bin Ismail.”

    Al Firabri berkata, “Saya bermimpi melihat Nabi Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam di dalam tidur saya”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bertanya kepada saya, “Engkau hendak menuju ke mana?” Saya menjawab, “Hendak menuju ke tempat Muhammad bin Ismail Al Bukhari”. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berkata, “Sampaikan salamku kepadanya!”

    Al Imam Al Bukhari wafat pada malam Idul Fithri tahun 256 H. ketika beliau mencapai usia enam puluh dua tahun. Jenazah beliau dikuburkan di Khartank, nama sebuah desa di Samarkand. Semoga Allah Ta’ala mencurahkan rahmat-Nya kepada Al Imam Al Bukhari.

    -------------
    Nota:
    ketenaran - kemasyhuran
    buyut - ibubapa kepada moyang
    (ruj.Kamus Dewan edisi 3)

    Nabi Muhammad

    Rasulullah Jujungan Kita



    PENGENALAN


    Rasulullah S.A.W. merupakan pesuruh Allah Taala yang diutuskan kepada umat Islam dan seluruhnya. Sebagai umat Islam yang beriman maka wajiblah kita mentaati segala perintah dan suruhan yang datangnya dari junjungan besar Rasulullah S.A.W. tanpa membantahnya walaupun sedikit. Perintah mentaati rasulNya amat jelas dinyatakan di dalam nas-nas dari al-Quran ataupun al-Hadis S.A.W di antaranya:

    Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kamu kepada rasul (Rasulullah S.A.W) dan kepada orang-orang yang berkuasa dari kalangan kamu. Jika kamu berbantah-bantah (berselisihan) dalam sesuatu perkara maka hendaklah kamu mengembalikannya kepada (kitab) Allah (al-Quran) dan sunnah rasulNya jika kamu benar beriman kepada Allah dan hari akhirat. Yang demikian adalah lebih baik (bagi kamu) dan lebih elok pula kesudahannya. (Surah an-Nisa: ayat 59).

    Semperna perayaan Sambutan Maulidur Rasul S.A.W. pada tahun 1431 H / 2010 M ini, saya ingin mengajak semua umat Islam untuk mengingati dan menghayati sirah baginda S.A.W. dan seterusnya mengikuti serta mentaati segala ajaran yang telah dibawakan oleh Rasulullah S.A.W. kepada kita. Tulisan ini sama sekali tidak akan membahaskan hukum menyambut Sambutan Maulidur Rasul S.A.W. kerana persoalan ini terlalu kerap dibahaskan pelbagai pihak saban tahun dan ia adalah masalah khilafiyyah yang tidak akan selesai hingga Kiamat.

    Berikut adalah link bagi persoalan itu:

    http://buluh.iluvislam.com/?p=40 dan http://buluh.iluvislam.com/?p=68

    Di sini saya senaraikan beberapa perkara yang mesti kita lakukan sekiranya kita mengaku menyayangi dan mencintai Rasulullah S.A.W.:



    BERADAB DENGAN RASULULLAH S.A.W.

    Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu memandai-mandai (melakukan sesuatu perkara) sebelum (mendapat hukum atau kebenaran) Allah dan rasulNya dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Surah a-Hujuraat: ayat 1).

    Firman Allah Taala bermaksud: Janganlah kamu jadikan seruan atau panggilan rasul (Rasulullah S.A.W) di antara kamu seperti seruan atau panggilan sesama kamu. (Surah an-Nur: ayat 63).



    MENTAATI RASULULLAH S.A.W.

    Firman Allah Taala bermaksud: Wahai orang-orang yang beriman! Taatlah kamu kepada Allah dan taatlah kepada rasul (Rasulullah S.A.W) dan jaganlah kamu batalkan amal-amal kamu. (Surah Muhammad: Ayat 33).

    Firman Allah Taala bermaksud: Dan apa jua perintah yang dibawa oleh rasul (Rasulullah S.A.W) kepada kamu maka terimalah serta amalkan dan apa jua yang dilarangNya kamu melakukannya maka patuhilah laranganNya. (Surah al-Hasyr: ayat 7).

    Firman Allah Taala bermaksud: Katakanlah (Wahai Muhammad): Taatilah kamu kepada Allah dan rasulNya. Oleh itu, jika kamu berpaling (menderhaka) maka sesungguhnya Allah tidak suka kepada orang-orang yang kafir. (Surah ali-Imran: ayat 32).



    BERSELAWAT KE ATAS RASULULLAH S.A.W.

    Firman Allah Taala bermaksud: Sesungguhnya Allah dan malaikatNya berselawat (memberi segala penghormatan dan kebaikkan) kepada Nabi (Muhammad S.A.W), wahai orang-orang yang beriman, berselawatlah kamu kepadanya serta ucapkanlah salam sejahtera dengan penghormatan yang sepenuhnya. (Surah al-Ahzab: ayat 56).

    Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Orang yang bakhil ialah mereka yang disebut namaku akan tetapi ia tidak berselawat kepadaku. (Riwayat al-Baihaqi).

    Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Sesiapa yang berselawat kepadaku sekali maka Allah akan selawat kepadanya sepuluh kali. (Riwayat Muslim).



    MENGASIHI RASULULLAH S.A.W.

    Firman Allah Taala bermaksud: Katakanlah (wahai Muhammad): Jika benar kamu mengasihi Allah maka ikutlah daku nescaya Allah mengasihi kamu serta mengampunkan dosa-dosa kamu. Dan (ingatlah) Allah Maha Pengampun lagi Maha Mengasihi. (Surah ali-Imran: ayat 31).

    Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Demi jiwaku berada di bawah kekuasaan Allah, seseorang kamu tidak beriman sehinggalah dia mencintaiku (Rasulullah S.A.W) lebih daripada kecintaannya kepada anaknya, ayahnya dan manusia keseluruhannya. (Riwayat Bukhari dan Muslim).

    Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Tiga perkara sesiapa yang memiliki tiga perkara tersebut maka ia memiliki kemanisan iman: Mencintai Allah dan rasulNya lebih daripada cinta kepada perkara lain... (Riwayat Bukhari dan Muslim).



    MENGIKUT SUNNAH RASULULLAH S.A.W.

    Firman Allah Taala bermaksud: Demi sesungguhnya, adalah bagi kamu pada diri Rasulullah itu contoh ikutan yang baik iaitu bagi orang yang sentiasa mengharapkan (keredhaan) Allah dan (balasan baik) hari akhirat serta ia pula menyebut dan mengingat Allah banyak-banyak (dalam masa sysah dan senang). (Surah al-Ahzab: ayat 21).

    Sabda Rasulullah S.A.W. bermaksud: Sesiapa yang menghidupkan sunnah daripada sunnahku yang telah ditinggalkan selepas aku maka sesungguhnya baginya pahala seumpama pahala orang yang melakukannya tanpa sedikitpun berkurangan sementara sesiapa yang mengadakan bidaah yang sesat yang tidak diredhai Allah dan rasulNya baginya dosa seumpama dosa-dosa yang dilakukan mereka di mana tidak sedikitpun berkurangan. (Riwayat al-Tarmizi dan Ibnu Majah).



    PENUTUP

    Sebagai umut Islam yang sayangkan baginda S.A.W. hendaklah kita mengikuti segala suruhannya dan meninggalkan segala larangannya. Ini sahajalah bukti yang paling kukuh bahawa kita menyayangi dan mencintai Rasulullah S.A.W. sepenuh jiwa. Akhir sekali, di kesempatan ini pihak iLuvislam.com ingin mengucapkan selamat menyambut Sambutan Maulidur Rasul S.A.W. 1431 H / 2010 M kepada seluruh umat Islam. Jadikanlah amalan mengikuti ajaran baginda S.A.W. pada setiap ketika dan bukan sekali dalam setahun.

    "I love Rasulullah S.A.W."

    Wallahualam.

    Sunday, February 14, 2010

    Ulum Hadis Part 2

    2 PERBEZAAN ANTARA AL-SUNNAH DAN AL-HADIS.

    Didalam As-Sunnah mempunyai satu lagi pengistilahan yang lain ini merujuk kepada istilah atau pun satu kata Al-Hadith ( Ulum Al-Hadith ) . Antara As-Sunnah dan Al-Hadith mempunyai perbezaannya . Pengertian perbezaan menurut kamus DBP adalah keadaan atau sifat berbeza. (4) Dalam konteks ini akan di berikan secara grafik akan perbezaan antara As-Sunnah dan juga Al-Hadith . Perbezaan ini dapat dilihat melalui dalam konsep makna , menerusi pendapat atau ijtimak para ulama’-ulama’ Hadis , Ussul,Fiqh.

    ** DBP : Dewan Bahasa & Pustaka

    2.1 PERBEZAAN AS-SUNNAH DAN AL-HADITH BERDASARKAN MAKNA.

    AS-SUNNAH

    AL-HADITH

    Menurut Lughah ( bahasa ) adalah ath -thariqah yang bererti perkaedahan , kebiasaan , perjalanan hidup atau perilaku baik yang terpuji atau yang tercela dan juga perjalanan hidup dan perilaku(1) . Kesimpulannya gaya hidup dan perangai seseorang manusia .

    Mengikut Syara’ adalah sesuatu yang terbit daripada Baginda Nabi Muhammad.saw selain dari Al-Quran , sama ada perkataan , perbuatannya mahupun dari aspek pengakuannya(9) selain itu ini boleh dilihat melalui sesuatu yang diriwayatkan oleh beliau yang merupakan perkataan,perbuatan,ketetapan , peribadi akhlak, perilaku baik sebelum dan selepas beliau dilantik secara rasmi sebagai Rasulullah oleh Allah.swt. (1)

    Menurut Lughah ( bahasa) sabda, perbuatan atau kelakuan (sifat) Nabi Muhammad SAW yg di riwayatkan oleh para sahabatnya utk menjelaskan sesuatu hukum dalam agama Islam(4) dan menurut sumber lain ia mengatakan seperti berikut :

    1) baharu ,

    2) perkhabaran,

    3) yang dekat atau belum lama.(10)

    Menurut Istilah bedasarkan 3 golongan ulama’- ( Hadith,Ussul,Feqah) yang telah dirumuskan sendiri oleh saya adalah sesuatu yang menjadi ikutan bagi umatnya dari sudut aspek peribadinya , riwayat perjalanan , akhlak , keutamaannya,tutur katanya,perbuatannya yang sama ada dapat mengujudkan perkara itu berhukum atau tidak , pengatur undang-undang yang meletakkan atau menciptakan dasar-dasar ijtihad bagi para mujtahid sesudahnya , penerangan sistem perlembagaan hidup, serta unsur *QFTnya sebagai yang bersangkutan dengan perkara penetapan hukum , dan yang terakhirnya peribadi Rasulullah.saw yang *QFTnya menunjukkan kepada suatu hukum syara’ hukum yang mengenai para mukalaff dan perbuatannya dari segi wajib,haram,harus,makruh dan sunat.(10) Hadis diiktiraf setelah Nabi Muhammad.saw dilantik oleh Allah.swt sebagai RasulullahNya .Hadis dicatatkan sebagai rujukkan sendiri pada Zaman Rasulullah.saw.

    *QFT ( Qawli, Fi’ili,Taqrir)

    2.2 PERBEZAAN AS-SUNNAH DAN AL-HADITH BERDASARKAN SIFAT.

    AS-SUNNAH

    AL-HADITH

    v ‘Amaliyah Mutawwatir ini dapat di lihat melalui Amalan solat fardhu yang dipindahkan atau dengan mengajar kita mengenai rukun solat dari segi :

    1) Fi’ili ( perbuatannya )

    2) Qawli ( lafaz )

    3) Qalbi ( hati ) (12)

    v Sifat berlawanan bid’ah - (satu perkara yang tiada diperintahkan oleh Allah serta Rasulullah seperti adat yang menyongsang dari hukum-hukum Islam yang boleh mengakibatkan terbatal iman dan aqidah umat Islam contonhya : didalam solat bertakbiratul Ihram dengan suara yang nyaring hingga menganganggu orang lain bersolat.(11))

    v Perilaku, perjalanan hidup yang berakhlak , dan pengucapan Nabi yang kita ikuti akan dapat pahala .

    v Segala pristiwa yang disandarkan kepada Rasulullah walaupun ia hanya berlaku hanya sekali sahaja dalam sepanjang hayat beliau dan walaupun ia hanya diriwayatkan oleh seseorang sahaja (12)

    Contohnya :

    Rasulullah menegur akan sahabatnya jika mereka ada melakukan sesuatu kesilapan maka para sahabat akan meriwayatkan peristiwa tersebut .

    v Sifatnya berlawanan adalah qadim (lebih dahulu drpd segala yg ada)

    v Hasil periwayatan yang didapati dari sifat nabi Muhammad yang telah dibukukan di catatkan di panggil Hadith jika kita mengikutu akan Hadith ini diberi ganjaran pahala.

    2.3 PERBEZAAN AS-SUNNAH DAN AL-HADITH BERDASARKAN AHLI HADIS.

    AS-SUNNAH

    AL-HADITH

    1. As-sunnah ini lebih khusus kerana as- Sunnah ini hanya melibatkan akan perkara perbuatan dan juga tingkah laku Rasulullah.saw sahaja dan ini tidak termasuk akan pengucapan beliau .
    2. As-Sunnah tidak terhad kepada pengucapan Rasulullah sahaja malahan ia meliputi perbuatan , pengakuan , akhlak dan sifat-sifat peribadi Rasulullah.saw . Sunnah ini meliputi akan amalan yang dilakukan oleh para Sahabat dan Tabi’in , sama ada asalnya terdapat dalam al-Quran atau diambil daripada Rasulullah.saw atau tidak terdapat asalnya .
    3. Contohnya :

    · Melalui Qawliyyah( mengandungi nasihat) ini dapat dilihat dalam sabdanya :

    إنما الاعمال بالنيات

    Terjemahannya : Sesungguhnya segala amalan itu dikira berdasarkan niat.

    · Melalui Fi’li (Nabi melaksanakan Solat dan Sahabat memperhatikan solat Nabi) ini dapat dilihat melalui sabdanya :

    1. Al Hadith pula ianya lebih kepada bersifat umum sahaja bagi sesuatu perkara .Ini kerana ianya merangkumi semua perkara yang diriwayatkan oleh para Sahabat
    2. Segala apa jua yang diriwayatkan daripada Rasulullah terlebih dahulu sama ada ia berbentuk perbuatan , percakapan,kelakuan ikrar atau penerangan tentang sifat fizikal Rasulullah dan merangkumi apa yang disandarkan kepada sahabat dan Tabi’in .
    3. Ia di ta’rifkan sebagai apa apa sahaja yang disandarkan kepada Rasulullah sahaja sama ada yang berbentuk ucapan , perbuatan , sifat dan pengakuan sama ada sebelum Rasulullah di lantik secara rasmi oleh Allahswt sebagai Rasulullah.
    4. Justeru itu hadis itu islah segala yang ada kaitannya dengan Rasulullahsaw dari semua aspek dan konteks. (14)
    5. Contohnya :

    Hadith yang berikut :

    Dari Jabir bin ‘Abd Allah meriwayatkan Rasulullah bersabda :

    Sambungan…

    …sambungan

    AS-SUNNAH

    AL-HADITH

    صلوا كما رأيتمونى أصلى

    Terjemahannya :

    Solat (sembahyanglah) kamu sebagaimana kamu melihat aku solat .

    Isi 1-3 (13)

    اذه حدث الرجل الحديث ثم التفت فهي أمانة

    Terjemahannya :

    Apabila seseorang menceritakan sesuatu percakapan (rahsia) kemudian dia pergi , maka percakapan itu adalah satu amanah.

    Melalui Firman Allah.swt

    وهل أتك حديث موسى (9)

    سورة طه اية 9

    Terjemahannya :

    Dan sudahkah sampai kepada ( Wahai Muhammad ) perihal Nabi Musa? (15)

    Ulum Hadis Part 1

    Bak kata pepatah sesetengah orang As-Sunnah,Ulum Hadis serta Ulum Al-Quran memang tidak dapat dipisahkan dari Umat Islam dari sejak zaman Nabi Muhammad.saw dan masuk ke zaman Sahabat masuk pula zaman Tabi’in dan hingga kehari ini . Ia seumpamanya satu rangkaian yang erat dan konsep yang besar dalam kehidupan harian atau rutin yang dilalui oleh Umat Islam . Adakah kita memahami pengertian setiap satu yang berada didalam rangkaian itu.Misalannya As-Sunnah yang selalu kita dengari setiap masa,hari dan tahun didalam mana-mana ceramah mengajak kita mengikuti As-Sunnah Rasulullah . Disini akan di terangkan pengertian As-Sunnah serta bahagiannya .

    1) PENGERTIAN :

    As-Sunnah berdasarkan laman sesawang Wikipedia adalah cara atau kebiasaan dan dengan itu sunnah nabi bererti cara nabi atau apa yang biasa dikenali dengan kebiasaan rasul-rasul (1). Pada bahasa (لغة) iaitu dalam Bahasa Arabnya al-Tariqah al-Mu’Tadah ertinya cara / peraturan sesuatu amalan yang dilakukan berulang kali,adakalanya ia dipuji dan ada juga yang dikeji(2) . As-Sunnah menurut dua istilah adalah :

    1) Ahli Hadith : Segala yang dipindahkan dari Nabi Muhammad.saw baik yang

    merupakan perkataan , perbuatan, mahupun yang merupkan taqrir pengajaran, sifat kelakuan , sejarah hidupnya sama ada yang demikian itu berlaku sebelum nabi dilantik secara rasmi menjadi Rasul mahupun sesudahnya. Kebanyakkan ahli hadith menetapkanbahawa pengertian yang demikian sama dengan pengertian hadith.

    2) Ahli Usul : Segala yang dipindahkan dari Nabi Muhammad.saw sama ada

    perkataan dan perbuatannya , mahupun taqrirnya yang bersangkutan dengan hukum . Inilah pengertian dimaksudkan oleh sabdanya ini :

    لقد تركت فيكم أمرين لن تضلوا ماإن تمسكتم بها , كتاب الله وسنة رسوله

    ( ريوة المالك )

    Terjemahannya :

    Sesungguhnya aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara , tidak akan kamu sesat selama kamu berpegang dengan keduanya : iaitu kitab Allah dan Sunnah Rasulnya . (3)

    1.1 PEMBAHAGIAN :

    Seperti juga di dalam Ulum Al-Quran ada pelbagai bahgian-bahagiannya contoh kandungan adalah seperti aqidah,fiqh,sirah,muamalat,munakahat,hukum dan lain-lain lagi.Tidak ketinggalan didalam Ulum As-Sunnah mempunyai pembahgain yang khusus ia meliputi tiga (03) perkara sahaja . Ini dapat kita lihat akan bahangiannya dengan melalui pengertiannya tadi (muka satu) secara kasarnya. Pembahagiannya adalah 1) Qawli , 2) Fi’li dan 3) Taqrir . Setiap rangkaian mempunyai maknanya tersendiri maknanya adalah seperti di bawah ini .

    MAKNA PERTAMA :

    قولي ( Lafaz / Sebutan / Perkataan )

    F Pengertiannya mengikut Kamus **DBP

    Lafaz :

    Bunyi perkataan yg disebut atau yg diucapkan; sebutan atau ucapan sesuatu perkataan.

    Sebutan :

    cara menyebut atau cara melafazkan sesuatu perkataan dll;apa-apa yg disebut

    Perkataan :

    kata atau kumpulan kata yg mempunyai makna tertentu. (4)

    @ Berdasarkan Istilahnya:

    Lafaz ataupun penyebutan atau perkataan Rasulullah yang dilisankan olehnya dalam berbagai-berbagai soalan , aspek kehidupannya (pendidikan,aqidah) , masalah yang selesaikan(permasalahan yang timbul contohnya kisah anak yang melebihi isterinya dari ibunya) , lisan ketika bersosial ini dapat dilihat dalam hadithnya : (5)

    إنما الاعمال بالنيات وإنما لكل امرئ مانوى ( روية البخرى )

    Terjemahannya :

    Setiap amalan itu adalah dengan niat dan bagi setiap orang itu apa yang diniatkan.

    ** DBP : Dewan Bahasa & Pustaka

    MAKNA KEDUA :

    فعلى ( Perbuatan )

    F Pengertiannya mengikut Kamus **DBP

    segala yg dibuat atau dilakukan , tingkah laku; kelakuan (4)

    @ Berdasarkan Istilahnya

    Penjelasan dan perbuatan yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad.saw kepada peraturan syari’ah yang belum jelas cara perlaksanaannya ini ada berkaitan dengan hukum-hukum dan suruhan Allah.swt yang ada didalam Al-Quran solat,haji,zakat,mengucap dua kalimah syahadah,puasa yang merujuk kepada hal Feqah , selain itu perintah muamalat harian iaitu - akhlak,jinayat,munakahat,tasawuf dan faraid. Ini dapat dirujuk melalui dua (02) pristiwa yang penting ketika melaksanakan amalan solat fardhu. (6)

    Melalui perbuatan Nabi Muhammad.saw , dengan cara beliau melaksanakan solat fardhu dengan menghadap ke arah Qiblatullah serta melaksanakan solat fardhu diatas kenderaan

    Selain itu melalui lisan beliau dengan sabdanya :

    صلوا كما رأيتمونى أصلى ( ريوة البخري )

    Terjemahannya :

    Solat (sembahyanglah) kamu sebagaimana kamu melihat aku solat .

    Jika melihat dari sudut Ilmu Akhlak ada contohnya :

    Ini merujuk kepada aktiviti sosial baginda selalu duduk berbual dengan ahli fakir miskin , beliau tidak pernah menyakiti hati mereka (fakir miskin) , tdak pun menindas mereka malah beliau membantu mereka walaupun beliau sendiri menempuhi kerumitan hidup. Selain itu beliau mengunjungi orang sedang sakit , menziarahi jenazah mereka .

    MAKNA KETIGA :

    تقرير ( Pengakuan / Persetujuan )

    F Pengertiannya mengikut Kamus **DBP

    Pengakuan :

    hal (perbuatan dsb) mengaku atau mengakui; pengesahan

    Persetujuan

    pernyataan bersetuju; pengesahan , (4)

    @ Berdasarkan Istilahnya

    Sesuatu yang diperakui atau pun persetujuan oleh Nabi Muhammad.saw dengan mendiamkan diri tanpa membantah atau bersetuju dan melahirkan rasa senang baginda terhadap sebahagian perbuatan dan perkataan para sahabat. Maka, dengan perakuan dan persetujuan itu di anggap sebagai lahir daripada baginda sendiri dan diamnya menandakan perbuatan itu harus dilakukan.Ini kerana Nabi Muhammad.saw tidak boleh mendiamkan diri sama sekali terhadap perkara yang batil,haram dan dosa. Selain itu ada juga akan perkara beliau tidak melarang ataupun tidak menyetujui akan perbuatan dan perkataan yang telah dilakukan oleh para Sahabat di hadapan beliau. (8)

    Ini dapat dilihatkan melalui satu (01) kisah ketika zaman beliau masih hidup :

    Perbuatan Sayidina Khalid bin Al-Walid menghidangkan daging dhob dan mempersilakan beliau menikmati daging itu .

    _____________________________________

    Sumber Rujukkan :

    1) Laman sesawang Wikipedia ( http://ms.wikipedia.org/wiki/sunnah)

    2) Pengantar Syariat Islam ( Mohd.Saleh Haji Ahmad ) terbitan Pustaka Haji Abdul Majid cetakkan pertama Ogos 1999 . ( Sumber Kedua : Al-Sunnah ; Takrif al-Sunnah) muka surat 104

    3) Hadis Empat Puluh ( Ustaz Mustaffa Abdul Rahman ) terbitan Dewan Pustaka Fajar cetakkan 2000 Mei ( Pengertian Sunnah ) muka surat 12

    4) Laman sesawang Dewan Bahasa dan Pustaka (http://prpm.dbp.gov.my/ )

    5) Pengantar Syariat Islam ( Mohd.Saleh Haji Ahmad ) terbitan Pustaka Haji Abdul Majid cetakkan pertama Ogos 1999 ( Bahagian-Bahagian Al-Sunnah : Sunnah Qawliyah) muka surat 108 dan buku Pendidikkan Al-Quran dan As-Sunnah Fokus Jingga SPM ( Kamal Muyihiddin Harun dan Faizal Haji Yahya) terbitan Penerbitan Pelangi Sdn.Bhd cetakkan pertama 1999 ( 24.1. As-Sunnah :3.) muka surat 252

    6) Pengantar Syariat Islam ( Mohd.Saleh Haji Ahmad ) terbitan Pustaka Haji Abdul Majid cetakkan pertama Ogos 1999 ( Bahagian-Bahagian Al-Sunnah : Sunnah Fi’liyyah) muka surat 109 dan buku Pendidikkan Al-Quran dan As-Sunnah Fokus Jingga SPM ( Kamal Muyihiddin Harun dan Faizal Haji Yahya) terbitan Penerbitan Pelangi Sdn.Bhd cetakkan pertama 1999 ( 28.1 :Pegertian Hadith dan Penjelasannya :3.) muka surat 94

    7) Meneladani Kemuliaan Akhlak Rasulullah (Ibnu Sahli dan Abu Muhammad Saifudin) terbitanPustaka Azhar cetakkan .....2007 ( Berbuat Baik Kepada Fakir Miskin ) muka surat 25

    8) Pengantar Syariat Islam ( Mohd.Saleh Haji Ahmad ) terbitan Pustaka Haji Abdul Majid cetakkan pertama Ogos 1999 ( Bahagian-Bahagian Al-Sunnah : Sunnah Taqririyah) muka surat 109 dan buku Pendidikkan Al-Quran dan As-Sunnah Fokus Jingga SPM ( Kamal Muyihiddin Harun dan Faizal Haji Yahya) terbitan Penerbitan Pelangi Sdn.Bhd cetakkan pertama 1999 ( 28.1 :Pegertian Hadith dan Penjelasannya :4.) muka surat 94

    Iklan

    Renungan

    Tanpa Kepedihan dan Kesengsaraan Kita Akan Membuang Perkara Yang Indah Dengan Sia-Sia Sahaja Tanpa Memberi Kesan Kepada Iman Kita Renungkanlah ... Ingatilah Nabi Adam a.s Sehingga Nabi Muhammad s.a.w Berjaya Atas Kepedihan dan Kesengsaraan Yang Lebih Hebat Dari Kita ... Maka Itu Kesabaran Sahaja Yang Membentengkan Kita Untuk Kita Tidak Terkeluar Dari Landasan...

    I Hate Israel

    Zionists in Israel Doing With Severe and extreme violence
    Why do we Muslims and Muslimat just let them continue to suffer
    Which we love them though God has given this love as our weapon to subvert the Zionist Israel
    Not enough just to pray, shout anti Israel boycott their goods and making protest signs protest their atrocities.
    We need to unite regardless of status, race, mentality, national and political as well as Muslim and Muslimat Let us together to destroy and overthrow the Jews of Israel continued the beatings our brothers in Palestine
    Let not our guard again, it emerged as the Sultan Salahuddin Ayub in Jerusalem.
    Remember we have the golden age of Islam were we take the history of the Prophet in all previous wars are the strategy for eliminating the al-Kafirun the plight of Muslims before
    Do not just let it alone and wait for God to help us we need to pray, work, effort and puteri. Then we wait for God's blessings on our efforts.

    Ingatan Kalian dan JiwaIslam

    Nature Future

    Nature Future
    Menjana Pendapatan

    Job At Home

     

    Elken

    Elken
    Jana Pendapatan

    Bicara Secara Maya

    Halwa Jiwa Islam 1

    لامن جيوا دان نوراني إسلام Copyright © 2009 Community is Designed by Bie