Salam

Video Pilihan Jiwa islam

Anti Zionist

Gambar-Gambar

al-Quran

Listen to Quran

    Thursday, February 12, 2009

    Solat

    Rahsia Solat

    Niat Sembahyang
    Sebenarnya memeliharakan taubat kita dari dunia dan akhirat


    Berdiri Betul
    Fadilatnya ketika mati dapat meluaskan tempat kita didalam kubur

    Takbiratul Ihram
    Fadilatnya sebagai pelita yang menerangi kita didalam kubur

    Membaca Al-Fatihah
    Sebagai pakaian yang indah-indah didalam kubur

    Ruku'
    Sebagai tikar kita didalam kubur

    I'tidal
    Akan memberi minuman air dari telaga al-kautsar ketika didalam kubur

    Sujud
    Memagar kita ketika menyeberangi titian sirotul mustaqim

    Duduk Antara Dua Sujud
    Akan menaung panji-panji nabi kita didalam kubur

    Duduk Antara Dua Sujud (akhir)
    Menjadi kenderaan ketika kita dipadang masyar

    Tahiyat Akhir
    Sebagai penjawab bagi setiap soalan yang dikemukakan oleh mungkar dan nangkir didalam kubur

    Selawat Nabi
    Sebagai pendinding api neraka didalam kubur
    Memberi Salam
    Memelihara kita didalam kubur

    Tertib
    Akan pertemuan kita dengan Allah

    7 SUNNAH

    JAGA 7 SUNNAH RASULULLAH S.A.W




    "Cerdasnya orang yang beriman adalah, dia yang mampu mengolah hidupnya yang sesaat, yang sekejap untuk hidup yang panjang. Hidup bukan untuk hidup, tetapi hidup untuk Yang Maha Hidup. Hidup bukan untuk mati, tapi mati itulah untuk hidup.

    Kita jangan takut mati, jangan mencari mati, jangan lupakan mati, tapi rindukan mati. Kerana, mati adalah pintu berjumpa dengan Allah SWT. Mati bukanlah cerita dalam akhir hidup, tapi mati adalah awal cerita sebenarnya, maka sambutlah kematian dengan penuh ketakwaan.

    Hendaknya kita selalu menjaga tujuh sunnah Nabi setiap hari. Ketujuh sunnah Nabi SAW itu adalah:

    Pertama: tahajjud, kerana kemuliaan seorang mukmin terletak pada tahajjudnya.

    Kedua: membaca Al-Qur'an sebelum terbit matahari Alangkah baiknya sebelum mata melihat dunia, sebaiknya mata membaca Al-Qur'an terlebih dahulu dengan penuh pemahaman.

    Ketiga: jangan tinggalkan masjid terutama di waktu shubuh. Sebelum melangkah kemana pun langkahkan kaki ke masjid, kerana masjid merupakan pusat keberkahan, bukan kerana panggilan muadzin tetapi panggilan Allah yang mencari orang beriman untuk memakmurkan masjid Allah.

    Keempat: jaga solat dhuha, kerana kunci rezeki terletak pada solat dhuha.

    Kelima: jaga sedekah setiap hari. Allah menyukai orang yang suka bersedekah, dan malaikat Allah selalu mendoakan kepada orang yang bersedekah setiap hari.

    Keenam: jaga wudhu terus menerus kerana Allah menyayangi hamba yang berwudhu. Kata khalifah Ali bin Abu Thalib, "Orang yang selalu berwudhu senantiasa ia akan merasa selalu solat walau ia sedang tidak solat, dan dijaga oleh malaikat dengan dua doa, ampuni dosa dan sayangi dia ya Allah".

    Ketujuh: amalkan istighfar setiap saat. Dengan istighfar masalah yang terjadi kerana dosa kita akan dijauhkan oleh Allah.

    Zikir adalah bukti syukur kita kepada Allah. Bila kita kurang bersyukur, maka kita kurang berzikir pula, oleh kerana itu setiap waktu harus selalu ada penghayatan dalam melaksanakan ibadah ritual dan ibadah ajaran Islam lainnya. Zikir juga merupakan makanan rohani yang paling bergizi, dan dengan zikir berbagai kejahatan dapat ditangkal sehingga jauhlah umat manusia dari sifat-sifat yang berpangkal pada materialisme dan hedonisme

    Wednesday, February 11, 2009

    Ingat

    Ingatilah Sesungguhnya

    Saat kau bangun pagi hari, AKU memandangmu
    dan berharap engkau akan berbicara kepada KU,
    walaupun hanya sepatah kata meminta
    pendapatKU atau bersyukur kepada KU atas
    sesuatu hal yang indah yang terjadi dalam hidupmu
    hari ini atau kelmarin ......

    Tetapi AKU melihat engkau begitu sibuk
    mempersiapkan diri untuk pergi bekerja .......

    AKU kembali menanti saat engkau sedang bersiap,
    AKU tahu akan ada sedikit waktu bagimu untuk
    berhenti dan menyapaKU, tetapi engkau terlalu
    sibuk .........

    Disatu tempat, engkau duduk disebuah kursi
    selama lima belas menit tanpa melakukan apapun.
    Kemudian AKU melihat engkau menggeerakkan
    kakimu. AKU berfikir engkau akan berbicara
    kepadaKU tetapi engkau berlari ke telephone dan
    menghubungi seorang teman untuk mendengarkan
    kabar terbaru.

    AKU melihatmu ketika engkau pergi bekerja dan
    AKU menanti dengan sabar sepanjang hari.
    Dengan semua kegiatanmu AKU berfikir engkau
    terlalu sibuk mengucapkan sesuatu kepadaKU.

    Sebelum makan siang AKU melihatmu memandang
    sekeliling, mungkin engkau merasa malu untuk
    berbicara kepadaKU, itulah sebabnya mengapa
    engkau tidak menundukkan kepalamu.

    Engkau memandang tiga atau empat meja
    sekitarmu dan melihat beberapa temanmu
    berbicara dan menyebut namaKU dengan lembut
    sebelum menyantap rizki yang AKU berikan, tetapi
    engkau tidak melakukannya ....... masih ada waktu
    yang tersisa dan AKU berharap engkau akan
    berbicara kepadaKU, meskipun saat engkau
    pulang kerumah kelihatannya seakan-akan banyak
    hal yang harus kau kerjakan.

    Setelah tugasmu selesai, engkau menyalakan TV,
    engkau menghabiskan banyak waktu setiap hari
    didepannya, tanpa memikirkan apapun dan hanya
    menikmati acara yg ditampilkan.

    Kembali AKU menanti dengan sabar saat engkau
    menonton TV dan menikmati makananmu tetapi
    kembali kau tidak berbicara kepadaKU .........

    Saat tidur, KU pikir kau merasa terlalu lelah.
    Setelah mengucapkan selamat malam kepada
    keluargamu, kau melompat ketempat tidur dan
    tertidur tanpa sepatahpun namaKU, kau sebut.

    Engkau menyadari bahwa AKU selalu hadir
    untukmu.
    AKU telah bersabar lebih lama dari yang kau
    sadari.
    AKU bahkan ingin mengajarkan bagaimana
    bersabar terhadap orang lain.
    AKU sangat menyayangimu, setiap hari AKU
    menantikan sepatah kata, do'a, pikiran atau syukur
    dari hatimu.

    Keesokan harinya ...... engkau bangun kembali dan
    kembali AKU menanti dengan penuh kasih bahwa
    hari ini kau akan memberiku sedikit waktu untuk
    menyapaKU .......Tapi yang KU tunggu........ tak
    kunjung tiba ...... tak juga kau menyapaKU.

    Subuh ........ Dzuhur .......
    Ashyar ..........Magrib ......... Isya dan Subuh
    kembali, kau masih mengacuhkan AKU.... tak ada
    sepatah kata, tak ada seucap do'a, dan tak ada
    rasa, tak ada harapan dan keinginan untuk
    bersujud kepadaKU .........

    Apa salahKU padamu ...... wahai HAMBAKU?????
    Rizki yang KU limpahkan, kesehatan yang KU
    berikan, harta yang KU relakan, makanan yang KU
    hidangkan, anak-anak yang KUrahmatkan, apakah
    hal itu tidak membuatmu ingat
    KepadaKU............!!!!!!!

    Percayalah AKU selalu mengasihimu, dan AKU
    tetap berharap suatu saat engkau akan menyapa
    KU, memohon perlindungan KU, bersujud
    menghadap KU ...... Yang selalu menyertaimu
    setiap saat ........

    Note: apakah kita memiliki cukup waktu untuk
    mengirimkan surat ini kepada orang2 yang kita
    sayangi??? uuntuk mengingatkan mereka bahwa
    segala apapun yang kita terima hingga saat ini,
    datangnya hanya dari ALLAH semata............

    Tuesday, February 10, 2009

    Membisu

    Golongan yang membisu terhadap kemungkaran


    Firman Allah SWT menerusi ayat 54 Surah al-Baqarah yang bermaksud : "Bunuhlah diri kamu di sisi Allah yang menjadikan kamu, supaya Allah menerima taubat kamu itu. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun (Penerima taubat), lagi Maha Mengasihani."

    Ia berlaku dalam satu peperangan yang dijadikan Allah SWT dan mengikut riwayatnya, mereka tidak sanggup melihat muka masing-masing. Akhirnya Allah SWT jadikan

    gelap, dengan it mereka mengamuk antara satu sama lain tanpa ada sebarang perasaan belas kasihat lagi.

    Riwayat pula menyebut, yang tidak menyembah patung anak lembu memegang senjata lalu membunuh mereka yang menyembah patung tersebut.

    Riwayat yang terdahulu daripada itu menyebut, bahawa orang yang meyembah dan tidak menyembah patng tersebut kedua-dua belah pihak terkena hukuman belaka.

    Sebab apa mereka semua dikenakan hukuman? Sebab yang jelas ialah kerana mereka tidak menyebah patung dan keana mereka berdiam diri dengan terlibat menyekutukan Allah dengan menyembah patung tersebut.

    Firman-Nya lagi dalam ayat 79 surah al-Maidah yang bermaksud : "Mereka sentiada tidak berlarang-larang (sesama sendiri) dari perbuatan mungkar (derhaka dan ceroboh), yang mereke lakukan. Demi seseungguhnya amatlah buruknya apa yang mereka lakukan."

    Mereka mendiamkan diri terhadap kemungkaran tersebut. Mereka tidak setuju tetapi hanya sekadar benci di dalam hati sahaja. Oleh kerana itulah kepada umat Nabi Muhammad ini, baginda s.a.w berpesan dengan maksudnya: " Sesungguhnya di kalangan kamu yang melihat perkara mungkar, hendaklah dia mengubah dengan
    tangannya, kalau tidak berkuasa mengubah dengan tangan ,maka dengan lidah, kalau tidak berkuasa dengan lidah, maka benci di dalam hati, itulah tanda selemah-lemah iman." Mengikut satu riwayat laind an tidak ada selepas daripada itu iman walaupun sebijik sawi.

    Ertinya kalau benci di dalam hati tidak ada, maka bererti bersetujulah dengan kemungkaran yang berlaku. Berhubung dengan ini, ada ulama mentafsirkan mengubah dengan tangan ini ialah mengubah dengan kuasa kerajaan terhadap rakyatnya.

    Apabila kerajaan itu melihat kemungkaran berlaku dan mestilah mengubah kemungkaran itu dengan kuasa yang ada padanya kecuali kalau kerajaan itu sendiri yang melakukan kemungkaran (atau menyuburkan pelbagai kemungkaran).

    Kalau tidak berupaya dengan tangan, maka hendaklah mencegah kemungkaran ditu dengan lidah. Mencegak kemungkaran dengan lidah ini menjadi tanggungjawab dan

    kewajipan para ulama yang tahu hukum Allah. Mereka tidak boleh mendiamkan diri atau sekadar benci dalam hati sahaja.

    Yang mencegak kemungkaran di dalam hati ialah orang yang tidak tahu bagaimana cara berhujah dengan orang yang terlibat dengan kemungkaran. Kalau mengerti berhujah, maka menjadi tanggungjawab kepada orang yang berkenaan untuk berhujah.

    Berilmu di sini bukan bererti menimba ilmu sebanyak-banyaknya sampi bertaraf ulama atau sampai ke peringkat dapat mentafsirkan al-Quran, tahu menguasai baha al-Quran sehingga dapat membezakan hukum-hukum dalam al-Quran dengan jelas, baru kboleh kita berhujah dengan manusia.

    Sekurang-kurangnya kita boleh memberi nasihat mengikut kadar ilmu masing-masing termasuk mengubah dengan lidan dan tulisan. Kalau tidak mampu dengan itu semua, maka barulah benci di dalam hati.

    Umpamanya, dia tidak ada daya dan kemampuan, maka ketika itu dia hendaklah benci di dalam hati dan melahirkan perasaan kebenciannya terhadap kemungkaran yang berlaku.

    Cara kita tidak setuju kemungkaran bermacam-macam, seperti kita melakukan pemulauan, tidak menegur mereka yang terlibat atau seumpamanya yang menunjukkan kita tidak setuju dengan kemungkaran yang dilakukan. Inilah cara yang diajar oleh Islam dan diajar oleh Nabi Muhammad s.a.w.

    Yang terpilih masih buruk akhlaknya

    Tidak ada sebarang penentangan daripada Bani Israil apabila melihat ada di kalangan kelompok mereka menyembah lembu yang dibuat oleh Musa as-Tsamiri.

    Mereka berdiam diri terhadap kemungkaran yang dilakukan itu kerana mereka menjadikan keluarga sebagai asas kepada tidak perlunya sebarang pencegahan atau larangan terhadap perbuatan tersebut.

    "Bagaimana mahu menetang mereka kerana mereka adalah puak kita, kalau Firan melakukannya barulah kita tentang. Ini bukan Firuan tetapi Bani Israil, orang kita," mungkin inilah antara hujah mereka dalam masalah ini.

    Kalau kita kaitkan dengan orang Melayu pula, kita mungkin akan berkata: "Tidak boleh marah kepada orang Melayu sebab mereka sebangsa dengan kita, lainlah kalau mereka bangsa lain." Inilah umpanaya perangai Bani Israil, mereka mendiamkan diri apabila mereka melihat kemungkaran itu berlaku dalam kelompok mereka.

    Dengan sebab itu, Allah SWT mendera atau meghukum mereka dengan hukuman yang layak dengan perbuatan mereka iaitu dengan cara mereka membunuh anatar satu sama lain sehingga Nabi Musa a.s berdoa kepada Allah (bermunajat kepada Allah) apabila mayat bergelimpangan, mengikut riwayatnya sampai 70,000 orang mati di dalam peristiwa pembunuhan beramai-ramai itu.

    Nabi Musa bermunajat kepada Allah supaya mengampunkan dosa mereka sambil berasa sedih melihat keadaan mayat-mayat tersebut.

    Allah SWT mengampunkan dosa mereka dan yang mati disifatkan sebagai mati syahid lalu mereka masuk syurga. Manakala yang masih hidup diampunkan dosa-dosa mereka. Firman Allah SWT menerusi Ayat 54 Surah al-Baqarah yang bermaksud : "Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun (Penerima Taubat), lagi Maha Mengasihani."

    Allah menceritakan tentang kedegilan nenek moyang Bani Israil supaya kaum itu mengingati kedegilan mereka. Firman Allah SWT yang bermaksud : "Dan ketika kamu

    berkata kepada Nabi Musa a.a : Di mana mereka berkata, inilah kaum Nabi Musa iaitu 70 orang yang telah dipilih olehnya supaya mengikutinya pada masa bermunajat kepada Allah SWT. Mereka inilah yang terpilih di kalangan Bani Israil tetapi sayangnya yang terpilih inipun perangainya masih buruk.

    -daripada buku 'Umat yang dimurkai' Kuliyyah tafsir Tuan Guru Haji Abdul Hadi Awang, muka surat 8-15, cetakan 1998-

    Surah al-Maidah Ayat 102

    Tafsir Surah al-Maidah Ayat 102 : Nabi tegah bertanya agama tidak serius

    Ayat ini diturunkan bersempena dengan Abdullah bin Huzafah r.a. Beliau termasuk di kalangan ahli Badar yang diutuskan oleh Nabi s.a.w. membawa surat yang mengajak Raja Parsi (Kisra) memeluk Islam.

    "Masuk Islam, kamu selamat," demikian antara isi kandungan surat itu. Kisra diberi peringatan bahawa jika raja Parsi itu tidak memeluk Islam nescaya dia memikul dosa pengikutnya dari kalangan penganut agama Majusi.

    Abdullah bin Huzafah tidak sujud kepada Kisra kerana Nabi s.a.w. mengharamkan sujud kepada makhluk, selain dari Allah.

    Abdullah menyerah surat Nabi s.a.w. kepada Kisra tanpa memperdulikan protokol raja Kisra walaupun dia dimarah oleh raja itu.

    Kisra telah mengoyak surat Nabi s.a.w. di dalam majlis penghadapan di istana Kisra. Apabila peristiwa tersebut diberitahu kepada Nabi s.a.w., baginda bersabda yang bermaksud: "Akan dikoyak setiap yang dikoyak. Apabila binasanya Kisra, tidak ada lagi raja yang bergelar Kisra selepas itu."

    Inilah murkanya Nabi s.a.w. apabila suratnya tidak dilayan sedangkan mengikut muamalah antarabangsa pada masa itu sesuatu negara mestilah menghormati utusan yang dihantar dari mana-mana negara ke dalam negara tersebut.

    Utusan Nabi, Abdullah bin Huzafah dihina. Allah Ta'ala telah menjatuhkan kerajaan Parsi di zaman Saidina Umar Ibnul Khattab r.a.

    Mengikut riwayat At-Tirmizi dan Daraqutni, dari Ali r.a. katanya, ayat ini diturunkan bersempena dengan peristiwa ketika diturunkan firman Allah yang bermaksud: "Dan sabit bagi Allah mewajibkan manusia menunaikan ibadat haji ke Baitillah (Makkah) kepada sesiapa yang mampu berjalan menuju kepadanya." (Surah Ali Imran: 97)

    Bila turun ayat ini mereka bertanyakan Nabi s.a.w., "adakah tiap-tiap tahun wahai Rasulullah?" Nabi s.a.w. mendiamkan diri, tidak menjawab. Mereka bertanya lagi, "adakah tiap-tiap tahun wahai Rasulullah?" Rasulullah bersabda yang bermaksud, "tidak, kalau aku menjawabnya nescaya wajib mengerjakan haji setiap tahun."

    Yakni ianya akan menjadi keberatan kepada kamu. Lalu Allah menurunkan ayat ini. Mengikut al-Bukhari bahawa hadis ini adalah hadis hassan tetapi mursal (sandarannya putus) kerana orang yang meriwayatkan hadis ini, Abu Bakhtari (Said) tidak bertemu dengan Saidina Ali r.a.

    Bagaimana dia boleh meriwayatkan hadis ini dari Ali dan dari Nabi s.a.w.? Justeru hadis ini tidak boleh menjadi hujah yang kuat sebagaimana riwayat yang terdahulu.

    Ayat ini melarang kita bertanyakan masalah agama kerana bermain-main terutamanya kepada sahabat r.a. ketika wahyu diturunkan.

    Apabila ditanya maka Allah menurunkan wahyu yang lain pula. Seringkali ia menjadi bebanan yang berat kepada mereka kecuali dalam perkara yang diizinkan oleh syarak.

    Perkara ini pernah berlaku kepada Bani Israel dan kaum-kaum yang lain di zaman silam. Firman Allah yang bermaksud,"sesungguhnya telah bertanya oleh kaum yang lebih dahulu daripada kamu kemudian mereka menjadi orang-orang yang kafir." (Surah al-Maidah: 102)

    Di antaranya ialah kaum Nabi Soleh yang bertanyakan Nabi itu supaya menunjukkan bukti lalu Allah mengurniakan mukjizat seekor unta yang luar biasa.

    Tiba-tiba mereka menjadi kafir. Mereka menyembelih unta mukjizat yang dikurnaikan oleh Allah kepada Nabi Soleh dan mereka dibalakan oleh Allah dengan satu tempik (jeritan) yang membinasakan mereka semuanya.

    Hanya tinggal bangunan yang di pahat daripada bukit yang pejal yang menjadi tempat tinggal mereka.Kaum Nabi Soleh dimatikan oleh Allah.

    Justeru kita jangan jadi seperti sahabat-sahabat Nabi Isa a.s. yang meminta supaya diturunkan hidangan daripada langit. Oleh kerana sayangkan para sahabatnya, Nabi Isa a.s. berdoa supaya Allah menurunkan hidangan daripada langit.

    Kemudian mereka meminta benda yang bukan-bukan seolah-olah mahu jadikan nabi mereka sebagai pemain silap mata.

    Jika berlaku sesuatu yang pelik barulah beriman, sebaliknya jika tidak ada benda pelik berlaku mereka tidak beriman kepada nabi Isa a.s. Allah Ta'ala tidak sukar untuk mengurniakan sesuatu yang pelik kepada nabi dan rasul-rasul-Nya untuk dijadikan sebagai mukjizat kepada mereka dan kepada wali-wali-Nya sebagai karamah.

    Tetapi apabila ada perkara yang pelik ini, tiba-tiba engkar, tidak mahu ikut maka siksanya adalah lebih berat.

    Sunday, February 8, 2009

    Wudhu' Fadhilat

    Fadhilat Wuduk

    1. Ketika berkumur, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, ampunilah dosa mulut dan lidahku ini".

    2. Ketika membasuh muka, berniatlah kamu dengan, "Ya Allah, putihkanlah muka ku di akhirat kelak, Janganlah Kau hitamkan muka ku ini".

    3. Ketika membasuh tangan kanan, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, berikanlah hisab-hisab ku di tangan kanan ku ini".

    4. Ketika membasuh tangan kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, janganlah Kau berikan hisab-hisab ku di tangan kiri ku ini".

    5. Ketika membasuh kepala, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, lindunganlah daku dari terik matahari di padang Masyar dengan Arasy Mu".

    6. Ketika membasuh telinga, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, ampunilah dosa telinga ku ini" .

    7. Ketika membasuh kaki kanan, berniatlah kamu dengan."Ya Allah, permudahkanlah aku melintasi titian Siratul Mustaqqim".

    8. Ketika membasuh kaki kiri, berniatlah kamu dengan,"Ya Allah, bawakanlah daku pergi ke masjid-masjid, surau-surau dan bukan tempat-tempat maksiat".

    Penjelasannya :

    Penjelasan nombor 1 : Kita hari-hari bercakap benda-benda yang tak berfaedah
    Penjelasan nombor 2 : Ahli syurga mukanya putih berseri-seri
    Penjelasan nombor 3 : Ahli syurga diberikan hisab-hisabnya di tangan kanan
    Penjelasan nombor 4 : Ahli neraka diberikan hisab-hisabnya di tangan kiri
    Penjelasan nombor 5 : Panas di Padang Masyar macam matahari sejengkal di atas kepala.
    Penjelasan nombor 6 : Hari-hari mendengar orang mengumpat, memfitnah dll
    Penjelasan nombor 7 : Ahli syurga melintasi titian dengan pantas sekali
    Penjelasan nombor 8 : Qada' dan Qadar kita di tangan Allah

    Ramai di antara kita yang tidak sedar akan hakikat bahawa setiap yang dituntut dalam Islam mempunyai hikmah nya yang tersendiri. Pernah kita terfikir mengapa kita mengambil wuduk sedemikian rupa? Pernah kita terfikir segala hikmah yang kita perolehi dalam menghayati Islam? Pernah kita terfikir mengapa Allah lahirkan kita sebagai umat Islam? Bersyukurlah dan bertaubat selalu.

    Friday, February 6, 2009

    Perak

    Entahlah apa nak jadi pada dunia pemerintahan Malaysia pun tidak tahu . Walhal lihat sahaja di Amerika Syarikat (negara Yahudi) mudah barisan pro kerajaan memberikan serahan kuasa kepada pembakang memerintah negara mereka walhal jika lihat dari aspek agamanya adalah Kristian mereka dapat memikirkan tolak ansur dalam memimpim dan mentadbirkan negara mereka. Lihata sahaja Obama Barrack kulit hitam dapat memerintah juga di Amerika Syarikat sedangkan beliau adalah dari Kenya berkulit hitam dan George Bush pula berkulit putih.Merka tidak pula menimbulkan satu permasalahan besar dalam penyerahan kuasa.

    Saya pelik diMalaysia ini sudahlah majoriti adalah Umat Islam apa salahnya sesekali bagi ruang pada Pakatan Rakyat memerintah negara jika Pakatan rakyat ada melakukan kesilapan atau memberi khidmat tidak memuaskan hati sepatutnya Barisan nasional menegur akan kesilapan itu.Bukannya dengan mudah mengambil alih kuasa terus tanpa sebarang percaturan undang-undang negara sedangkan negara ada undang-undang telah di tetapkan serta ia mendapat kelulusan Agung. Sepatutnya di 4Kerusi ADUN dinegeri itu perlu melaksanakan pilihan raya kecil sepertimana di Terengganu tempoh hari. Sebab 4 Ahli ADUN itu telah mengosongkan kerusi.

    Sudah nama manusia erm manusia juga sedangkan Undang-undang serta hukum Allahswt tidak dapat kita akur melakukannya apatah lagi Undang-undang serta hukum Manusia yang telah putuskan . Saya amat berharap selepas ini tiada lagi mana-mana ahli politik melakukan perkara ini kerana ia amat memalukan diri kamu serta seluruh rakyat di malaysia dimana mempunyai pemimpin yang tidak berhemah tinggi dalam mentadbirkan negara Malaysia . Satu sahaja nasihat saya pada pemimpim Islam jika anda TAKUTKAN ALLAHswt PASTI KALIAN AKAN MENJADI PEMIMPIN yang ada memikirkan TANGGUNGJAWAB KALIAN sebagai PEMIMPIN diDUNIA & AKHIRAT .

    Jangan main hendak tanggung sahaja didunia sebab diakhirat kelak ingat mudah ke nak jawab,dengan manusia bolehlah kalian memperbodohkan kami sebagai rakyat kalian jika dengan Allah yang maha melihat serta maha mengetahui pasti kamu yang akan pedih dan perit diAkhirat untuk menjawab semua persolan dari Allahswt serta menerima Azab yang perit di dalam Neraka kelak ...


    Saya masih ingat salah satu pendapat dari seorang pelayar internet yang memberikan pendangan selepan Piliharaya Umum(PRU) tahun lepas; "antara negeri-negeri Pakatan Rakyat(PR), jika ada yang akan tumbang semula ke Barisan Nasional(BN); Perak adalah yang pertama."

    Dengan izin Allah, apa yang dibayangkan oleh individu tersebut hampir menjadi realiti apabila Perdana Menteri(PM) Malaysia telah pun mengumumkan Menteri Besar(MB) Perak yang baru malam tadi.

    Jika selepas 8 Mac 2008, rakyat Perak khususnya bangsa Melayu sangat risau kerana banyak kerusi Dewan Undangan Negeri dimenangi oleh DAP, kini sekali lagi rakyat Perak dikejutkan dengan peralihan kuasa yang saya pun kurang pasti samada ia berlandaskan undang-undang negeri atau tidak (peralihan kuasa tanpa undi tidak percaya dan parlimen negeri tidak dibubarkan).

    InsyaAllah, walaupun saya agak pasti bahawa pemimpin-pemimpin parti politik tidak berkesempatan membaca iluvislam.com, saya, dengan sedikit kelebihan yang ada di sini ingin menulis bukan banyak berkenaan isu terbaru ini. Lagipun saya orang Perak (sebut : Peghok) dan saya sangat lah 'terasa' dengan peristiwa ini.

    Saya lebih tertarik untuk mengambil keratan-keratan akhbar Utusan Malaysia Online supaya sahabat boleh fikirkan sendiri dan insyaAllah, saya akan membuat sedikit konklusi.


    --------------------------------------------------------------------------------

    Wakil Rakyat Melompat Parti Adalah Pengkhianat

    "PEKAN 22 Mac - Timbalan Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak menyifatkan tindakan segelintir wakil rakyat Barisan Nasional (BN) yang 'melompat' ke parti lawan sebagai pengkhianat."

    ''Mana-mana wakil rakyat yang bertanding dengan menggunakan tiket BN dan kemudian melompat ke parti lain, itu perbuatan yang mengkhianati BN," katanya.

    ''Kita memilih mereka untuk bertanding menggunakan tiket BN kerana yakin dengan ketaatan mereka terhadap parti selama ini," jelasnya.


    Wakil Rakyat Melompat Parti Adalah Pembohong Besar

    SHAH ALAM 23 Mac - Mana-mana wakil rakyat yang bertindak melompat parti merupakan pembohong besar yang tidak boleh dimaafkan.

    Pengerusi Badan Perhubungan UMNO Selangor, Senator Tan Sri Muhammad Muhd. Taib berkata tindakan seumpama itu tidak bertepatan dengan kehendak majoriti rakyat yang memilih individu tertentu untuk menyuarakan keperluan serta permasalahan mereka.

    Ini kerana, seseorang wakil rakyat dipilih bukan hanya berdasarkan karakter semata-mata tetapi ia turut didorong oleh parti politik yang diwakilinya.

    "Secara peribadi saya katakan sekiranya ada wakil-wakil rakyat bertindak melompat parti, ia bermakna mereka telah berbohong kepada rakyat yang telah memberikan kepercayaan dan mandat kepadanya.

    "Malah, wakil rakyat seperti ini juga dilihat tidak ikhlas untuk memperjuangkan nasib rakyat sebaliknya lebih mementingkan diri serta kedudukan mereka semata-mata.

    "Oleh itu, orang seperti ini tidak mungkin dapat memberikan sebarang manfaat kepada rakyat dan parti sebaliknya akan merosakkan sistem demokrasi itu sendiri," katanya kepada Utusan Malaysia di sini hari ini.





    Ahli Politik Sepatutnya Jujur dengan Perjuangan mereka


    Presiden Parti Rakyat Sarawak (PRS), Datuk Seri Dr. James Masing berkata, ahli politik seharusnya jujur dan menghormati janji yang mereka buat sebelum menjadi wakil rakyat.

    ''Isu lompat parti ini seharusnya tidak timbul jika ahli politik jujur dengan perjuangan mereka.

    ''Selain itu, ahli politik juga harus sedar mengenai mandat yang diberikan rakyat supaya mereka berkhidmat," katanya kepada para pemberita di sini hari ini.



    Rampasan Politik Mewujudkan Kerajaan 'Tidak Bermoral'


    KUALA LUMPUR 18 April - Pakatan pembangkang hanya akan mewujudkan 'kerajaan tidak bermoral' jika ia meneruskan niat melakukan rampasan politik di negara ini dengan memujuk Ahli Parlimen Barisan Nasional (BN) melompat parti menyertai mereka.

    Seorang pensyarah Universiti Utara Malaysia (UUM), Profesor Dr. Mohamad Mustafa Ishak berkata, perbuatan itu jelas melanggar semangat demokrasi berparlimen dan raja berperlembagaan yang diamalkan di negara ini.

    ''Selain itu, perbuatan yang dirancang ini akan hanya melambangkan pakatan pembangkang tidak menghormati keputusan pengundi yang telah memilih BN untuk menerajui negara pada pilihan raya lalu. Ini adalah satu bentuk pengkhianatan," kata Mohamad Mustafa ketika dihubungi hari ini.




    Melompat Parti Menggalakkan Rasuah

    Presiden Parti Rakyat Malaysia (PRM), Hassan Abdul Karim berkata, tindakan melompat parti bercanggah dengan sistem demokrasi dan menggalakkan amalan rasuah.

    "Jika amalan itu diteruskan, ia hanya akan menjemput malapetaka di negara ini.

    "Negara yang aman akan bertukar menjadi kacau-bilau seperti yang berlaku di Haiti, Nigeria dan Timor Leste," katanya dalam satu kenyataan yang dikeluarkan di sini hari ini.



    Patuhi Lunas-Lunas Perlembagaan


    KUALA LUMPUR 15 Mei - Datuk Seri Najib Tun Razak menegaskan kedudukan Perdana Menteri ditentukan oleh Perlembagaan dan beliau tidak boleh disingkirkan sewenang-wenangnya.

    Oleh itu, kata Timbalan Perdana Menteri, apa juga tindakan berhubung kedudukan Perdana Menteri mesti mengikut lunas-lunas Perlembagaan negara.

    "Perdana Menteri tidak boleh disingkirkan, ia tertakluk kepada Perlembagaan," katanya pada sidang akhbar selepas mempengerusikan mesyuarat Majlis Mineral Negara di bangunan Parlimen di sini hari ini.




    "Pintu Belakang" Tidak Beretika dan Tidak Demokratik


    KUALA LUMPUR 8 Ogos - Saintis politik Dr. Chandra Muzaffar berkata, cubaan Datuk Seri Anwar Ibrahim untuk menjadi Perdana Menteri melalui "pintu belakang" adalah perbuatan yang tidak beretika dan tidak demokratik.

    ''Kabinet yang ditubuhkan menerusi cara itu dari segi moralnya tidak berkredibiliti. Parlimen sendiri akan tercemar. Badan Eksekutif dan Penggubal Undang-undang - dua cabang penting dalam tabir urus - akan dianggap oleh rakyat sebagai institusi yang kehilangan integriti.

    ''Ringkasnya, memperoleh kuasa melalui pintu belakang akan merendahkan martabat politik,'' katanya sambil menambah Anwar juga tidak mempunyai mandat untuk menggulingkan kerajaan sekarang yang dipilih secara demokrasi. Anwar, dakwa beliau, terlalu taksub untuk menjadi Perdana Menteri negara ini secepat mungkin.


    --------------------------------------------------------------------------------


    Konklusi saya:

    1. Kepada Timbalan Perdana Menteri merangkap Menteri Kewangan & Pengerusi Badan Perhubungan UMNO Perak, mengapa Dato' Seri perlu tergesa-gesa mengambil alih Perak sedangkan negara kita kini menghadapai kegawatan ekonomi? Saya harap Dato' Seri dapat utamakan mana yang lebih utama - demi kepentingan rakyat Malaysia. Dan saya juga berharap Dato' Seri dapat 'cakap serupa bikin' kerana Dato' Seri pernah mengatakan bahawa wakil rakyat yang melompat parti adalah pengkhianat tetapi dalam isu Perak ini, seolah-olah Dato' Seri yang menggalakkan wakil rakyat lain melompat parti.

    2. Kepada Penasihat Parti Keadilan Rakyat(PKR) merangkap Ketua Pembangkang di Parlimen,lain kali pilih-lah calon yang benar-benar layak dan 'bersih' untuk mewakil PKR dalam pilihanraya akan datang. Saya fikir Dato' Seri perlu mencontohi pimpinan PAS dalam keputusan pemilihan calon. Selain itu, secara peribadi saya merasakan bahawa Dato' Seri telah 'tewas' dalam isu lompat parti ini kerana BN telah pun menjadikan ia suatu realiti.

    3. Kepada sahabat-sahabat yang 'cakna' dengan perkembangan politik negara, jangan lupa doakan negara sendiri selain mendoakan kesejahteraan umat Islam di Palestin dan lain-lain. Teruskan kewajipan kita semua sebagai seorang pendakwah dan jangan mudah 'down' dengan apa yang berlaku. Jom fahamkan ummah tentang Islam!

    T 02 1430 Safar

    Tazkirah Dua

    Menjawab 6 Soalan

    1. Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ?
    2. Apa yang paling jauh dari kita di dunia ?
    3. Apa yang paling besar di dunia ?
    4. Apa yang paling berat di dunia ?
    5. Apa yang paling ringan di dunia ?
    6. Apa yang paling tajam di dunia ?

    JAWAPAN

    Suatu hari, Imam Al Ghozali berkumpul dengan murid-muridnya.
    Lalu Imam Al Ghozali bertanya....

    Soalan yang pertama,"Apa yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?".
    Murid-muridnya menjawab "orang tua,guru,kawan,dan sahabatnya". Imam Ghozali menjelaskan semua jawapan itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita adalah "MATI". Sebab itu sememangnya janji Allah SWT bahawa setiap yang bernyawa pasti akan mati. (Ali Imran 185)

    Lalu Imam Ghozali meneruskan pertanyaan yang kedua.... "Apa yang paling jauh dari diri kita di dunia ini?".
    Murid - muridnya menjawab "negara Cina, bulan, matahari dan bintang -bintang". Lalu Imam Ghozali menjelaskan bahawa semua jawapan yang mereka berikan itu adalah benar. Tapi yang paling benar adalah "MASA LALU". Walau dengan apa cara sekalipun kita tidak dapat kembali ke masa lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama.

    Lalu Imam Ghozali meneruskan dengan pertanyaan yang ketiga....
    "Apa yang paling besar di dunia ini?". Murid-muridnya menjawah "gunung, bumi dan matahari". Semua jawapan itu benar kata Imam Ghozali. Tapi yang paling besar dari yang ada di dunia ini adalah "NAFSU" (Al A'Raf 179). Maka kita harus berhati-hati dengan nafsu kita, jangan sampai nafsu membawa kita ke neraka.

    Pertanyaan keempat adalah, "Apa yang paling berat di dunia ini?".
    Ada yang menjawab "besi dan gajah". Semua jawapan adalah benar, kata Imam Ghozali, tapi yang paling berat adalah "MEMEGANG AMANAH" (Al Ahzab 72). Tumbuh-tumbuhan, binatang, gunung, dan malaikat semua tidak mampu ketika Allah SWT meminta mereka untuk menjadi kalifah (pemimpin) di dunia ini. Tetapi manusia dengan sombongnya menyanggupi permintaan Allah SWT, sehingga banyak dari manusia masuk ke neraka karena ia tidak dapat memegang amanahnya.

    Pertanyaan yang kelima adalah, "Apa yang paling ringan di dunia ini?"
    Ada yang menjawab "kapas, angin, debu dan daun-daunan". Semua itu benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling ringan di dunia ini adalah meninggalkan Sholat. Gara-gara pekerjaan kita meninggalkan sholat, gara-gara bermesyuarat kita meninggalkan sholat.

    Dan pertanyaan keenam adalah, "Apakah yang paling tajam di dunia ini?"
    Murid-muridnya menjawab dengan serentak, "pedang". Benar kata Imam Ghozali, tapi yang paling tajam adalah "LIDAH MANUSIA" Karena melalui lidah, Manusia selalunya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri.

    Menahan Lapar Semalaman Kerana Menghormati Tetamu

    Seorang telah datang menemui Rasulullah S.A.W dan telah menceritakan kepada baginda tentang kelaparan yang dialami olehnya. Kebetulan pada ketika itu baginda tidak mempunyai suatu apa makanan pun pada diri baginda mahupun di rumahnya sendiri untuk diberikan kepada orang itu. Baginda kemudian bertanya kepada para sahabat, "Adakah sesiapa di antara kamu yang sanggup melayani orang ini sebagai tetamunya pada malam ini bagi pihak aku ?"

    Seorang dari kaum Ansar telah menyahut, "Wahai Rasulullah S.A.W, saya sanggiup melakukan seperti kehendak tuan itu."

    Orang Ansar itu pun telah membawa orang tadi ke rumahnya dan menerangkan pula kepada isterinya seraya berkata, "Lihatlah bahawa orang ini ialah tetamu Rasulullah S.A.W. Kita mesti melayaninya dengan sebaik-baik layanan mengikut segala kesanggupan yang ada pada diri kita dan semasa melakukan demikian janganlah kita tinggalkan sesuatu makanan pun yang ada di rumah kita." Lau isterinya menjawab, "Demi Allah! Sebenarnya daku tidak ada menyimpan sebarang makanan pun, yang ada cuma sedikit, itu hanya mencukupi untuk makanan anak-anak kita di rumah ini ?"

    Orang Ansar itu pun berkata, "Kalau begitu engkau tidurkanlah mereka dahulu (anak-anaknya) tanpa memberi makanan kepada mereka. Apabila saya duduk berbual-bual dengan tetamu ini di samping jamuan makan yang sedikit ini, dan apabila kami mulai makan engkau padamlah lampu itu, sambil berpura-pura hendak membetulkannya kembali supaya tetamu itu tidakk akan ketahui bahawa saya tidak makan bersama-samanya."

    Rancangan itu telah berjalan dengan lancarnya dan seluruh keluarga tersebut termasuk kanak-kanak itu sendiri terpaksa menahan lapar semata-mata untuk membolehkan tetamu itu makan sehingga berasa kenyang. Berikutan dengan peristiwa itu, Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud, "Dan mereka mengutamakan (orang-orang Muhajirin) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka berada dalam kesusahan." (Al-Hasy : 9)


    T 01 1430 Safar

    TAZKIRAH SATU



    Enam Golongan Yang Dilaknat Oleh Allah SWT

    1. Orang yang menokok tambah kitab Allah.
    2. Orang yang mendustakan ketetapan Allah.
    3. Orang yang menghina orang yang dimuliakan Allah dan memuliakan orang yang dihinakan oleh Allah.
    4. Orang yang mengharamkan apa yang dihalalkan Allah.
    5. Orang yang menghalalkan apa yang diharamkan Allah.
    6. Orang yang menghina keluarga Rasulullah S.A.W, padahal Allah mengharamkannya serta orang yang meninggalkan sunnah

    Kisah Rahsia Di Sebalik Sembahyang Lima Waktu

    Ali bin Abi Talib r.a berkata :
    "Sewaktu Rasullullah S.A.W duduk bersama para sahabat muhajirin dan ansar, maka dengan tiba-tiba datanglah satu rombongan orang-orang Yahudi lalu berkata : ' Ya Muhammad, kami hendak tanya kepada kamu kalimat-kalimat yang telah diberikan oleh Allah kepada Nabi Musa A.S. yang tidak diberikan kecuali kepada para Nabi utusan Allah atau malaikat muqarrab.'

    Lalu Rasullullah S.A.W. bersabda: 'Silakan bertanya.'

    Berkata orang Yahudi: 'Sila terangkan kepada kami tentang 5 waktu yang diwajibkan oleh Allah ke atas umatmu.'

    Sabda Rasullullah S.A.W.:
    'Sembahyang Zuhur jika tergelincir matahari, maka bertasbihlah segala sesuatu kepada tuhanNya,
    Sembahyang Asar itu ialah saat ketika Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi,
    Sembahyang Maghrib itu adalah saat Allah menerima taubat Nabi Adam A.S., maka setiap mukmin yang bersembahyang Maghrib dengan ikhlas kemudian dia berdoa meminta sesuatu pada Allah maka pasti Allah akan mengkabulkan permintaannya.
    Sembahyang Isya' itu ialah sembahyang yang dikerjakan oleh para Rasul-Rasul sebelumku.
    Sembahyang Subuh adalah sebelum terbit matahari, ini kerana apabila matahari terbit, terbitnya di antara dua tanduk syaitan dan di situ sujudnya tiap orang kafir.'

    Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, katakanlah kepada kami apakah pahala yang akan didapati oleh orang yang sembahyang.

    Rasullullah S.A.W bersabda: 'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sembahyang yang pertengahan, sembahyang Zuhur, pada saat itu nyalanya neraka Jahanam, orang mukimin yang mengerjakan sembahyang pada ketika itu akan diharamkan ke atasnya wap api neraka Jahanam pada hari Kiamat.'

    Sabda Rasullullah S.A.W. lagi: 'Manakala sembahyang Asar, adalah saat di mana Nabi Adam A.S. memakan buah Khuldi. Orang mukmin yang mengerjakan sembahyang Asar akan diampunkan dosanya seperti bayi yang baru lahir.'

    Setelah itu Rasullullah S.A.W. membaca ayat yang bermaksud: 'Jagalah waktu-waktu sembahyang terutama sekali sembahyang yang pertengahan, sembahyang Maghrib itu adalah saat di mana taubat Nabi Adam A.S. diterima. Seorang mukimin yang ikhlas mengerjakan sembahyang Maghrib kemudian meminta sesuatu dari Allah maka Allah akan perkenankan.'

    Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Sembahyang Isya' (atamah). Katakan kubur itu adalah sangat gelap dan begitu juga pada hari Kiamat, maka seorang mukmin yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan sembahyang Isya' berjamaah, Allah S.W.T. haramkan dari terkena nyalanya api neraka dan diberinya cahaya untuk menyeberangi titi sirath.'

    Sabda Rasullullah S.A.W. seterusnya: 'Sembahyang Subuh pula, seorang mukmin yang mengerjakan sembahyang subuh selama 40 hari secara berjamaah, diberi oleh Allah S.W.T. dua kebebasan iaitu:

    1. Dibebaskan dari api neraka.
    2. Dibebaskan dari nifaq.

    Setelah orang Yahudi mendengar penjelasan dari Rasullullah S.A.W. maka mereka berkata: 'Memang benarlah apa yang kamu katakan itu wahai Muhammad (S.A.W). Kini katakan pula kepada kami semua kenapakah Allah S.W.T. mewajibkan puasa 30 hari ke atas umatmu?'.

    Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Ketika Nabi Adam memakan buah pohon yang dilarang, lalu makanan itu tersangkut dalam perut Nabi Adam A.S. selama 30 hari. Kemudian Allah S.W.T. mewajibkan ke atas keturunan Adam A.S. berlapar selama 30 hari. Sementara izin makan diwaktu malam itu adalah sebagai kurnia Allah S.W.T. kepada makhlukNya.'

    Kata orang Yahudi: 'Wahai Muhammad, memang benarlah apa yang kamu katakan itu. Kini terangkan kepada kami ganjaran pahala yang diperolehi dari puasa itu.'

    Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Seorang hamba yang berpuasa dalam bulan Ramadhan dengan ikhlas kepada Allah S.W.T. dia akan diberi oleh Allah S.W.T. tujuh perkara:

    1. Akan dicairkan daging haram yang tumbuh dari badannya (daging yang tumbuh dengan makanan yang haram).
    2. Rahmat Allah sentiasa dekat dengannya.
    3. Diberi oleh Allah sebaik-baik amal.
    4. Dijauhkan dari merasa lapar dan haus.
    5. Diringan baginya siksa kubur (siksa yang sangatmengerikan).
    6. Diberikan cahaya oleh Allah S.W.T. pada hari Kiamat untuk menyeberang titian sirath.
    7. Allah S.W.T. akan memberinya kemudian di syurga.'

    Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad. Katakan kepada kami kelebihanmu antara semua para nabi-nabi.'

    Sabda Rasullullah S.A.W.: 'Seorang nabi mengunakan doa mustajabnya untuk membinasakan umatnya, tetapi saya tetap menyimpankan doa saya (untuk saya gunakan memberi syafaat pada umat saya di hari kiamat).'

    Kata orang Yahudi: 'Benar apa yang kamu katakan itu Muhammad, kini kami mengakui dengan ucapan Asyhadu Alla illaha illallah, wa annaka Rasulullah (kami percaya bahawa tiada Tuhan kecuali Allah dan engkau utusan Allah).'

    "Dan sesungguhnya akan Kami berikan cubaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah2an. Dan berilah berita gembira kepada orang2 yang sabar."

    (Al-Baqarah : 155)

    Thursday, February 5, 2009

    Cerita Ilmu

    ILMU


    “Assalamualaikum, good morning. How are you today?” En Azhar, guru English for Science and Technology (EST) kami memulakan kelas dengan gaya cerianya seperti biasa. Saya masa itu masih di tingkatan 5. “Well...well...look at you all...tired and sleepy?” pandangannya sedikit hampa melihat kami, yang nyata tampak tidak bermaya. Entah kenapa, tetapi kami sekelas pada hari itu langsung tiada mood untuk belajar, dari awal pagi hinggalah ke puncak tengahari.

    Rata-rata kami diam membatu, seperti mayat hidup. “Urgh...do we really look like that? I mean, sleepy?” Syauqi cuba menafikan. “Hah! You can’t even smile a bit!” jawab En Azhar. “Let me guess...studying too hard for the upcoming exam last night, maybe?” Satu kelas diam. Tidak perlu jawapan lisan, mata-mata yang kemerahan dan muka pucat pada setiap pelajar sudah nyata mengiyakan pertanyaan En Azhar tadi.

    Peperiksaan pada minggu hadapan seperti hukuman gantung yang pasti dikenakan kepada semua, menanti salah, melarikan diri pun salah. “Alright, never mind that. How about a story, perhaps?” En Azhar cuba merangsang kami. “Afiq, okay?” sapa En Azhar kepada saya. Sebagai pelajar meja hadapan memang senang nama saya dipanggil. Bukan sahaja dia, hampir setiap guru kelas 5 Brilliant pernah memanggil nama saya.

    Memang ini selalunya nasib si duduk depan dan si duduk belakang, selalu diperhati guru. Saya ringkas mengangkat thumbs up, dan mengukir sedikit senyuman. Apa-apalah asalkan ianya tidak membebankan diri. Rungut saya sendirian. “Well, let me start with...oklah, cakap melayulah, kamu semua bukan faham pun kalau saya speaking. Saya nak bagitau tentang pengalaman saya semasa belajar di Manchester dulu...” En Azhar mula membuka cerita. Kelihatan Syauqi sudah semakin bulat matanya. Yang lain masih diawang-awangan.

    Saya mula cuba fokus, duduk dengan lebih tegak. “Masa tu saya baru habis kuliah, nak balik rumah. So saya tunggu la bas, sebaik saja bas sampai, saya naik, dan dalam tu memang dah penuh, so saya berdiri je la dekat dalam bas, dekat dengan pemandunya. Bila bas nak bergerak balik, bas tu bergegar mengejut sikit, bas lama la katakan, buku yang saya pegang jatuh dekat peha pemandu tu.” Sedikit demi sedikit saya cuba menahan mata daripada tertutup. Rasa rugi jika tidak mendengarnya sampai habis. “Kemudian pemandu bas tu kata, “Nice book, Engineering Today and Tomorrow...why not to try Arthur’s book, The New Era of Engineering? To me it’s better, and Prof.

    Sherrigham admire it too”. Dan masa tu saya agak terkejut, dia kenal pensyarah dan buku yang diajar. Saya pun mula bertanya pemandu tu, mereka bersaudara ke? Dan kamu nak tau apa yang menariknya?” En Azhar mula bermain teka-meneka dengan kami. “Driver tu student dia dulu kan?” Meor meneka memecah kesunyian. “Exactly.” Jawab En Azhar. “So maksudnya Sir nak ceritakan kepada kami tentang bagaimana seseorang yang malas belajar akan berakhir dengan begitu dalam hidupnya, daripada seorang yang cemerlang menjadi seorang yang teruk?” Syauqi cuba membuat kesimpulan awal sekaligus cuba menggulung cerita En Azhar.

    “Let me finish my story first...” En Azhar cuma tersenyum. Syauqi akur dan menanti En Azhar menyambung ceritanya. “Mula-mulanya itu la yang saya fikirkan juga, tetapi setelah saya bersembang dengan pemandu bas tersebut, tau apa dia kata? Dia lulusan University of Manchester dalam bidang Kejuruteraan Kimia, dan dia bekerja sebagai pemandu bas sebaik saja tamat belajar.” Terang En Azhar. “Dan dia sudah pun habis Master dalam bidang tu” tambah En Azhar. Kami terpaku mendengar.

    “Saya pun bertanya kepada dia, kenapa hanya memandu bas? Dia jawab mudah; “ I learned in the university because I love it. And I drive the bus because...well, I love it!” Saya mula memahami persoalan yang En Azhar cuba bawakan kepada kami, begitu juga dengan yang lain. Sejak hari itu tiada lagi study hingga lewat malam, alhamdulillah rata-ratanya kami cemerlang dalam SPM. Terima kasih kepada En Azhar yang membuatkan kami terfikir, kita belajar kerana apa? Kerana cita? Kerana cinta? Atau lebih lagi dari itu? Generasi cintakan ilmu Di Malaysia, jarang-jarang kita mendengar seorang pemandu bas adalah lulusan pascasiswazah dalam sesuatu bidang.

    Tetapi tidak di Eropah, status orang sebegitu agak ramai bilangannya. Mereka belajar dalam sesuatu bidang profesional tetapi tidak meneruskan pengajiannya sebagai kerjaya hidup, malah lebih senang bekerja di kelas bawahan. Apa yang penting bagi mereka adalah ilmu yang mereka peroleh itu mereka bangga dengannya, dan apa yang mereka kerjakan, juga mereka bangga dengannya. Hal ini mungkin juga disebabkan faktor persekitaran, di mana Eropah taraf hidupnya adalah tinggi, maka tiada masalah kewangan yang melampau jika pendapatan bulanan adalah sedikit.

    Tetapi apa yang hendak saya tekankan di sini adalah tentang bezanya seseorang yang cintakan ilmu dan seseorang yang cintakan hidup. Kerana kebanyakan daripada kita belajar hanya kerana cita-cita bukan kerana ilmu itu sendiri. Dan disebabkan itulah, kita sering berasa tertekan dan malas semasa belajar. Orang yang cintakan hidup, matlamat akhirnya adalah kehidupan yang selesa dan mewah tanpa sebarang masalah. Orang yang cintakan ilmu, matlamat akhirnya adalah ilmu yang banyak, dan diamal serta disebarkan kepada orang lain tanpa terikat dengan kehidupannya walau susah atau senang. Prof.

    Diraja Ungku Aziz pernah berkata, “Apabila muncul suatu generasi yang tidak lagi minat membaca, maka bersedialah, negara tersebut akan hancur.” Pentingnya ilmu melebihi pentingnya hidup. Maka cintakan ilmu sepatutnya melebihi cintakan kehidupan. Maka sejauh mana kita cintakan ilmu? Mari kita renungkan kata-kata berikut; Dari Hassan al-Basri, beliau berkata: “Sungguh aku mempelajari satu bab dari ilmu lalu aku mengajarkannya kepada seorang muslim di jalan Allah (iaitu mempelajarinya dan mengajarkannya kerana Allah semata-mata) lebih aku cintai daripada aku mempunyai dunia seluruhnya.” (al-Majmuu’ Syarh al-Muhadzdzab karya Imam Nawawi, 1/21)

    Berkata Abud Darda’ radhiyallahu ‘anhu: “Sungguh aku mempelajari satu masalah dari ilmu lebih aku cintai daripada solat malam.” Bukan bererti kita meninggalkan solat malam, akan tetapi ini menunjukkan bahawa mempelajari ilmu itu sangat besar keutamaannya dan manfaat bagi umat. Dari Umar Ibnu Khathab radhiyallahu ‘anhu berkata: “Sesungguhnya seseorang keluar dari rumahnya dalam keadaan dia mempunyai dosa-dosa seperti gunung Tihamah, akan tetapi apabila dia mendengar ilmu (iaitu mempelajari ilmu dengan menghadiri majlis ilmu), kemudian dia menjadi takut, kembali kepada Rabbnya dan bertaubat, maka dia pulang ke rumahnya dalam keadaan tidak mempunyai dosa. Oleh kerana itu, janganlah kalian meninggalkan majlis para ulama.” (Miftaah Daaris Sa’aadah, karya Imam Ibnu Qayyim, 1/77) Dari Ali bin Abi Thalib radiyallahu ‘anhu berkata: “Ilmu itu lebih baik daripada harta, ilmu akan menjagamu sedangkan kamulah yang akan menjaga harta.

    Ilmu itu hakim (yang memutuskan berbagai perkara) sedangkan harta adalah yang dihakimi. Telah mati para penyimpan harta dan tersisalah para pemilik ilmu, walaupun diri-diri mereka telah tiada akan tetapi peribadi-peribadi mereka tetap ada pada hati-hati manusia.” (Adabud Dunyaa wad Diin, hal 48) Islam dahulunya dibentuk oleh ilmu, tersebar kerana ilmu, dan di kemuncaknya juga kerana ilmu. Maka dalam impian kita untuk melahirkan kembali daulah islamiyyah, ilmu perlu dipenuhi dalam diri kita. Bukan sahaja ilmu ukhrawi, tetapi besertakan ilmu duniawi supaya ilmu itu sempurna diamalkan.

    Wednesday, February 4, 2009

    ADAT HARAM

    ADAT WALIMATUL URUS YANG HARAM


    Pengamalan adat nikah gantung adalah orang yang bertanggungjawab mengharamkan yang halal. Mengikut apa yang telah ditetapkan oleh syariat Islam bila mana ijabkabul dilafaskan dan disahkan, maka jadilah lelaki dan perempuan itu sebagai suami isteri yang sah, maka halallah bagi mereka apa yang diharamkan sebelum ini seperti persetubuhan dan sebagainya dan masing-masing mempunyai kewajipan dan tanggungjawab yang mesti dilaksanakan seperti nafkah dan sebagainya termasuk nafkah batin. Ketahuilah bahawa mengharamkan yang halal sama dengan syirik.

    Dalam soal upacara bersanding, telah sepakat ulama mutaakhirin bahawa hukum bersanding itu adalah “HARAM”. Walau bagaimanapun para ulama berbeza-beza di dalam mengutarakan sebab atau mengapa bersanding itu haram.

    Ada ulama mengatakan sebab bersanding itu haram kerana pekerjaan tersebut adalah merupakan satu pekerjaan bidaah (satu perkara yang diada-adakan) iaitu pekerjaan yang tidak pernah dilakukan di zamanRasulullah saw mahupun di zaman para sahabat. Firman Allah swt yang bermaksud:

    “Dan kerjakanlah segala apa yang didatang Rasul, serta hentikanlah segala apa yang dilarangnya.”

    Dalam pada itu, ada juga pendapat ulama mengatakan bahawa bersanding itu haram disebabkan terdapat beberapa perbuatan yang melanggar batas-batas syarak seperti pakaian yang mendedahkan aurat, percampuran antara lelaki dan wanita yang bukan muhram,pembaziran, memakai bau-bauan dan sebagainya.

    Perbelanjaan untuk membuat pelamin sekurang-kurangnya ratusan ringgit, bahkan adakalanya sehingga ribuan ringgit dihabiskan. Ini merupakan pekerjaan yang membazir. Firman Allah swt yang bermaksud:

    “Sesungguhnya pembazir-pembazir itu adalah saudara syaitan dan syaitan itu adalah sangat kufur kepada Tuhannya.”

    Pendedahan aurat berlaku berleluasa di majlis tersebut, terutamanya pengantin perempuan. Rasulullah saw bersabda:

    “Ada empat golongan perempuan di dalam neraka;Perempuan yang tidak menutup dirinya (auratnya)daripada lelaki bukan muhram dan keluar daripada rumahnya dengan melawa-lawa;…… perempuan yang bersifatdengan sifat-sifat demikian ini adalah dilaknat,menjadi ahli neraka kecuali mereka bertaubat.”

    Sebuah hadis Rasulullah saw lagi:

    “Mana-mana perempuan yang memakai bau-bauan kemudian ia keluar lantas melintasi suatu kaum lelaki (bukan muhram) agar mereka tercium bau harumnya, maka ia adalah penzina, dan tiap-tiap mata yang memandang itu zina.”

    Manakala ulama lain pula berpendapat bersanding merupakan satu yang jelas haram kerana ia adalah warisan, ikutan dari amalan masyarakat Hindu dari zaman berzaman. Sedangkan kita umat Islam adalah dilarang untuk mengikut amalan orang kafir. Islam menyuruh umatnya menjadi satu umat yang berbeza dari lain-lain umat sama ada dalam adatnya, dalam iktiqadnya,dalam pakaiannya dan lain-lain.

    Rasulullah saw bersabda:

    “Barangsiap menyerupai sesuatu kaum maka dia adalah dari golongan mereka.”

    Rasulullah saw. bersabda:

    “Bukan dari golongan kita umat Islam barangsiapa menyerupai kaum yang lain daripada kita.”

    Sunday, February 1, 2009

    Palestine

    Palestine

    SANGGUPKAH KITA...????!!!!

    Wahai muslimin muslimat...

    Di mana kita..? Di mana kita tika mereka dalam kepahitan..?

    Di mana kita tika mereka tak mengenal erti keperitan..?

    Di mana kita tika mereka meraung-raung meminta pertolongan..?

    Di mana kita tika mereka berjuang tak kira siang mahupun malam..?

    Adakah kita memberi bantuan dan sokongan..?

    Atau masih bergelak tawa tak tentu haluan..?!! Menangis xtahu tujuan...?!!

    Dan sekadar bertindak lepas tangan...???

    Adakah kita sanggup membiarkan saudara seIslam kita diseksa sebegitu rupa..?

    Bangunlah.. Sedarlah... Bangkitlah dari lalai &danleka... Dari alpa dan lupa...

    Marilah sama-sama kita berdoa memohon agar penderitaan mereka berakhir...

    Sanggupkah kita kiranya satu hari nanti terpaksa berada di tempat mereka..?

    Sanggupkah kita melihat ibu & ayah terkorban..?

    Sanggupkah kita mendengar adik-adik kita bertangisan...?

    Sanggupkah kita menghidu bau mayat yang bergelimpangan..?

    Sanggupkah kita membiarkan kakak dan abang kita diseksa tak berperikemanusiaan..?

    Sanggupkah kita merasa pedihnya kesakitan & penderitaan..?

    Sanggupkah kita menangis lapar akibat kebuluran..?

    Pastinya tidak....!!!!

    Sedangkan kita yang hanya diuji oleh tsunami, tanah runtuh & banjir pun sudah tak keruan dan tak dapat menahan perasaan..

    Inikan pula mereka yg terpaksa merintih pada manusia bertopengkan syaitan yang tak punya belas kasihan...

    Bayangkanlah... Ayah kehilangan anak, kakak kehilangan adik, isteri kehilangan suami, anak kehilangan ibu, bayi kecil tak berdosa turut menjadi mangsa... Tiada yg rela, semuanya terpaksa ditelan jua...

    Bayangkanlah... Mata yang celik menjadi buta.. Rupa yg cantik terhiris luka... Tubuh yangg sempurna hilang anggota... Badan yang gagah hilang upaya..

    Apa yang ada musnah segalanya..

    Yang tinggal hanyalah linangan air mata... Tubuh yang tak bermaya... Lidah yang kelu tak mampu berkata-kata... Hati yang lara.... Nyawa yang bagaikan langsung tak berharga.... Dan sisa hidup yang entah sampai bila... mungkin esok atau lusa saja....?!!

    Sanggupkah kita..?

    Sanggupkah kita menghadapinya..? Sanggupkah kita berada di tempat mereka walau sekadar sesaat..???

    Mampukah kita menghadapinya..????!!!!! Pasti juga tidak....

    Oleh itu, sedarlah wahai umat Muhammad sekalian..

    Walau cita-cita setinggi gunung ganang... Walau kuasa tak cukup tangan.. Walau pangkat jadi kemegahan... Walau cinta bagai laut yang tak bertepian.. Walau harta berlebih-lebihan... Walau hebat mana pun kekuatan...

    Tapi mustahil akan mmpu menandingi kuasa Allah.. Kerana Dia yang menciptakan sekalian alam dan membinasakannya tanpa sesiapa pun dapat menghalang...

    Jadi,ingatlah... Jangan sekali-kali mementingkan diri sendiri.. Prihatinlah terhadap mereka... Simpati ke atas nasib yang menimpa saudara seIslam kita... Kerana tidak mustahil kita juga akan diberi nasib yang sama..

    Sesungguhnya ujian & dugaan itu datang tanpa mengenal sesiapa... Kita bukannya makhluk hebat yang boleh melawan ketentuan... Yang kita punya hanyalah Al-Quran & Hadith sebagai panduan agar tak sesat di tengah jalan....

    Renung-renungkan... Fikir-fikirkan.... Maka, sebagai khalifah di muka bumi ini.. Renung-renungkanlah nasib mereka... Jangan mementingkan diri sendiri.... Walaupun mungkin kita tak mampu untuk berjuang menentang keganasan.. Namun, sekurang-kurangnya marilah sama-sama kita menanam kebencian terhadap pengganas-pengganas yang telah menghancurkan bumi Palestin... Dan berdoa agar mereka ditimpa musibah yang dahsyat oleh Allah s.w.t kerana Dialah Tuhan tempat kita meminta... Tuhan yg maha berkuasa lagi maha memakbulkan... Sesungguhnye doa adalah satu2nya senjata org mukmin yang paling berharga & bernilai...

    Iklan

    Renungan

    Tanpa Kepedihan dan Kesengsaraan Kita Akan Membuang Perkara Yang Indah Dengan Sia-Sia Sahaja Tanpa Memberi Kesan Kepada Iman Kita Renungkanlah ... Ingatilah Nabi Adam a.s Sehingga Nabi Muhammad s.a.w Berjaya Atas Kepedihan dan Kesengsaraan Yang Lebih Hebat Dari Kita ... Maka Itu Kesabaran Sahaja Yang Membentengkan Kita Untuk Kita Tidak Terkeluar Dari Landasan...

    I Hate Israel

    Zionists in Israel Doing With Severe and extreme violence
    Why do we Muslims and Muslimat just let them continue to suffer
    Which we love them though God has given this love as our weapon to subvert the Zionist Israel
    Not enough just to pray, shout anti Israel boycott their goods and making protest signs protest their atrocities.
    We need to unite regardless of status, race, mentality, national and political as well as Muslim and Muslimat Let us together to destroy and overthrow the Jews of Israel continued the beatings our brothers in Palestine
    Let not our guard again, it emerged as the Sultan Salahuddin Ayub in Jerusalem.
    Remember we have the golden age of Islam were we take the history of the Prophet in all previous wars are the strategy for eliminating the al-Kafirun the plight of Muslims before
    Do not just let it alone and wait for God to help us we need to pray, work, effort and puteri. Then we wait for God's blessings on our efforts.

    Ingatan Kalian dan JiwaIslam

    Nature Future

    Nature Future
    Menjana Pendapatan

    Job At Home

     

    Elken

    Elken
    Jana Pendapatan

    Bicara Secara Maya

    Halwa Jiwa Islam 1

    لامن جيوا دان نوراني إسلام Copyright © 2009 Community is Designed by Bie